Palangka Raya-jurnalborneo.co.id
Bank Kalteng mencatatkan kinerja positif dan berkelanjutan sepanjang tahun buku 2025, sebagai cerminan penguatan fundamental bisnis dan meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Capaian ini menunjukkan pertumbuhan Bank Kalteng tidak hanya bersifat ekspansif, tetapi juga terkelola secara sehat,” kata Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah di Palangka Raya, Senin (6/4/26).
Berdasarkan kinerja audited, total aset Bank Kalteng tumbuh signifikan dari sekitar Rp16,8 triliun pada 2024 menjadi Rp20,4 triliun pada 2025.
Pertumbuhan ini diikuti dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) signifikan dari Rp10,7 triliun menjadi Rp13,8 triliun, serta penyaluran kredit yang meningkat dari Rp10,7 triliun menjadi Rp11,7 triliun.
“Pertumbuhan yang kami capai merupakan hasil dari penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta strategi bisnis yang berfokus pada keberlanjutan,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, laba bersih Bank Kalteng juga mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp321,1 miliar menjadi Rp368,5 miliar pada 2025, mencerminkan efisiensi operasional dan optimalisasi intermediasi yang semakin baik.
Dari sisi kesehatan bank, Bank Kalteng memperoleh peringkat komposit PK-2 (Sehat) berdasarkan penilaian Risk Based Bank Rating (RBBR), mencerminkan profil risiko terkendali, tata kelola yang baik, serta struktur permodalan yang kuat.
Memasuki tahun 2026, Bank Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai bagian dari mekanisme tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.
Melalui RUPS tersebut, Bank Kalteng akan menetapkan arah strategis ke depan, termasuk penguatan transformasi digital, peningkatan intermediasi kredit produktif, serta optimalisasi struktur pendanaan.
Bank Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh secara sehat, menjaga kepercayaan masyarakat, serta berperan aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.(red)














