Jakarta, JurnalBorneo.co.id – Pemain Timnas Indonesia Ricky Kambuaya tak hanya piawai bermain bola. Namun Ricky juga memiliki komitmen tinggi akan pendidikan. Gelandang andalan Timnas Indonesia ini dikenal akan energinya yang tidak kenal Lelah di lapangan rumput. Ia juga ditakuti lawan karena visi bermain yang baik dan kemampuan dribbling yang mumpuni.
Ricky Kambuaya juga sangat agresif dan sangat lincah di lapangan. Ia bahkan tidak takut berduel dengan pemain lawan dan memiliki determinasi yang tinggi dalam merebut bola. Ricky menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia, menjadi andalan di lini tengah dan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola di Indonesia.
Setelah cukup lama absen, Ricky Ricardo Kambuaya atau Ricky Kambuaya kembali bersinar di Timnas Indonesia pada laga melawan Bahrain pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Selasa (25/3/2026).
Kambuaya ditunjuk pelatih Patrick Kluivert untuk bermain sebagai pemain pengganti pada menit ke-74. Meski hanya sebentar, namun Kambuaya berhasil menunjukkan performa terbaiknya karena diberi kepercayaan oleh Kluivert.
Kambuaya dengan Teknik trivela mencuri perhatian penikmat sepak bola di laga tersebut pada menit ke 79. Ia mengirim bola melengkung ke arah Eliano Reijnders namun sayangnya peluang tersebut gagal meraih gol ke kandang lawan. Menurut statistic SofaScore, Kambuaya mencatatkan 12 kali sentuhan bola dan memenangkan dua duel bola Bawah selama bermain 16 menit melawan Bahrain.
Aksinya yang apik inipun menjadi bukti bahwa Richard Kambuaya masih layak bersaing di lini tengah Timnas Indonesia. Ricky Kambuaya lahir di Sorong, Papua Barat, 5 Mei 1996 dan saat ini bermain sebagai gelandang serang di klub Dewa United.
Ricky diketahui pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Sorong jurusan S1 Teknik Sipil pada 2014 lalu namun mengajukan pengunduran diri.
Dilihat di laman PDikti, Ricky lalu melanjutkan Pendidikan S1 Ekonomi Pembangunan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bukit Zaitun Sorong pada tahun 2015 dan lulus pada tahun ajaran 2019/2020.
Lalu pada 2024, Ricky Kambuaya mendapatkan beasiswa penuh pascasarjana (S2) untuk kuliah Magister Ilmu Manajemen di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong.
Demikian riwayat pendidikan pemain Timnas Indonesia Ricky Kambuaya . Ia menjadi contoh bahwa menjadi atlet sepakbola juga bisa serius meniti Pendidikan setinggi-tingginya.
Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Selasa, 01 April 2025 – 08:00 WIB oleh Neneng Zubaidah dengan judul “Pendidikan Ricky Kambuaya, Pemain Timnas Indonesia yang Ternyata Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen | Halaman 2”.