Muara Teweh, JURNALBORNEO.co.id – Bupati Kabupaten Barito Utara, Shalahuddin menyatakan melalui Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah memastikan nilai-nilai filosofi Kaharingan tetap hidup, relevan dan dipahami generasi muda.
“Festival ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sebuah komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Kaharingan sebagai warisan leluhur,” kata Shalahuddin pada pembukaan FTIK Kalteng di Muara Teweh, Senin malam (25/11/25).
Festival digelar mulai 23–26 November 2025 di beberapa lokasi di Muara Teweh, termasuk Arena Tiara Batara, Gedung Balai Antang, Aula Bapperida, Aula Tandak, dan Lapangan Pura.
Tercatat 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah mengirimkan kontingennya dengan total peserta dan pendamping mencapai lebih dari 1.000 orang. Para peserta akan berlaga dalam 11 cabang lomba, mulai dari Kandayu, Matir Basarah, Vokal Grup, Karungut, hingga pembacaan Kitab Suci Panaturan dan tarian bernuansa Hindu Kaharingan.
Dewan juri berjumlah 28 orang yang berasal dari akademisi serta tokoh Kaharingan yang telah menyatakan ikrar netralitas dan profesionalitas.Tim





