PALANGKA RAYA, jurnalborneo.co.id — Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI). Dimana dalam pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting tersebut melibatkan seluruh lintas sektor dan mitra kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dengan konsep konvergensi dan partisipatif.
Sekaitan dengan hal tersebut bertempat di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Pulang Pisau, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Indonesia Gastronomy Community (IGC) melakukan kegiatan Advokasi dan Edukasi Peran Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting, Jum’at (24/2/2023)
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang serta dihadiri OPD terkait, organisasi perempuan Kabupaten Pulang Pisau, TP-PKK serta kader posyandu.
Dalam sambutannya Pudjirustaty menyambut baik dan menyatakan bahwa kegiatan Advokasi dan Edukasi Peran Pangan Lokal untuk Mencegah Stunting merupakan suatu kegiatan positif sebagai upaya untuk mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pulang Pisau
“ Kegiatan yang diprakarsai oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan IGC merupakan hal positif sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama dalam paparanya Ketua Umum (IGC) Indonesian Gastronomy Community, Ria Musiawan menerangkan, penurunan stunting masih menjadi masalah besar yang harus segera diselesaikan. Apalagi stunting dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia sebuah negara. Bukan hanya berdampak kepada kondisi fisik anak, melainkan juga kesehatan hingga kemampuan berpikir anak. Asupan pangan yang bergizi sangat penting dalam rang Penurunan Stunting di Kab. Pulang Pisau.
Sementara itu Plt. Kepala BKKBN Prov. Kalteng Dison, SH mengatakan, menurut data SSGI 2022 angka stunting Kabupaten Pulang Pisau 31,6 dan target prevalensi hingga tahun 2024 14,29. Untuk mencapai hal ini tentunya bukan hal yang mustahil jika diupayakan dengan kerja keras dengan melibatkan semua potensi yang ada, lintas sektor dan mitra kerja. (red)