PALANGKA RAYA, Jurnalborneo.co.id – Setelah mengetahui ada warga di Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya yang sangat memprihatinkan, komunitas Ikatan Keluarga Pangkoh (IKP) langsung mendatangi dan mengecek kondisi pasutri keterbelakangan mental tersebut.
Hasan, salah satu anggota IKP menyampaikan bahwa Rais (65) tahun dan Saodah (60) tahun hidup sebatangkara di pondok yang sangat tidak layak huni.
“Setelah kami cek kondisi kehidupan pasutri ini memang sangat memprihatinkan kondisi rumah dan kondisi jiwanya. Saat ditanya Pak Rais ini tidak nyambung,” kata Hasan.
Sementara Triwanti, salah satu Kasi di Kelurahan Marang mengatakan, pihak kelurahan belum bisa berbuat banyak karena pasutri ini tidak memiliki identitas yang jelas. Namun pihaknya sudah berusaha untuk membuatkan KTP dan sekarang masih dalam proses. Selain itu, pihaknya juga sudah iuran untuk membantu membuatkan pondok yang layak huni dan sekarang terkumpul dana sekitar Rp4,5 juta.
Reni Yuliana, Bendahara IKP menambahkan, pihaknya sangat terharu dan tidak bisa menahan airmata ketika melihat kondisi Pak Rais dan istri.
“Kami dari IKP akan membantu dana secukupnya dan besok, Minggu kami akan bergotong royong membuatkan pondok.” ungkapnya.
Reni juga berharap dari pemerintah, dinas terkait untuk peduli kepada masyarakat seperti Pak Rais ini.
Arie, wakil Ketua IKP menambahkan, kegiatan seperti ini adalah tujuannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu ia berharap dukungan kepada semua pihak agar kegiatan ini bisa berjalan lancar. (dyo)







