PALANGKA RAYA, JurnalBorneo.co.id – Dalam Rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kejati Kalteng) menyelenggarakan vaksinasi massal dosis kedua, Jumat (20/8/2021) dimulai pukul 07.00 WIB sampai selesai di halaman gedung Kejati Kalteng jalan Iman Bonjol Palangka Raya.
“Vaksinasi dosis kedua tersebut merupakan tindak lanjut dari vaksinasi dosis pertama yang telah dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2021 bertepatan dengan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61. Dan untuk dosis yang diberikan sebanyak 500 dosis vaksin,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kajati Kalteng), Imam Wijaya, SH., M.Hum., melalui Kasi Penerangan Hukum, Dodik Mahendra, SH., MH., kepada media di sela-sela kegiatan.
Kegiatan diselenggarakan bekerjasama dengan Pemprov Kalteng, Polda Kalteng dan Korem 102/Panju Panjung .
Dalam pelaksanaannya, semua peserta wajib menerapkan protokol Kesehatan dengan mencuci tangan, memakai masker dan diperiksa suhu tubuhnya. Kemudian dilakukan skrining, apabila peserta lolos skrining selanjutnya peserta diberi vaksin.
Dengan adanya kegiatan vaksinasi massal tersebut diharapkan tercapai herb immunity (kekebalan kelompok) khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Walaupun sudah di vaksin, masyarakat diharapkan tetap membudayakan pola hidup sehat dengan menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga Jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi. Hal ini berguna untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” pesan Kajati Kalteng.
Dikutif dari laman Kementerian Kesehatan RI, Herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.
Misalnya, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh. Dengan cara ini, penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan. Bergantung pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya 70% hingga 90% populasi membutuhkan kekebalan untuk mencapai kekebalan kelompok. (penkum/fer)
(FOTO UTAMA : Suasana vaksinasi massal dosis kedua di halam gedung Kejati Kalteng jalan Imam Bonjol Palangka Raya, Jumat (20/8/2021))*penkum





