PALANGKA RAYA-jurnalborneo.co.id
Berbagai cara untuk mengantisipasi bapalan liar petugas kepolisian sudah melakukan sosialisasi, memasang spanduk himbauan larangan balap liar dan upaya pencegahan berjaga mulai malam sampai pagi bahkan petugas menyemprotkan air di aspal tidak membuat jera para pelaku balapan liar.
Tidak hanya itu, para pembalap liar justru mencari tempat baru untuk tetap melakukan balapan liar. Dari beberapa lokasi yang di jadikan arena balapan tak luput menjadi sasaran patroli. Namun para pembalap liar bermain kucing – kucingan terhadap petugas bahkan saat melakukan pencegahan para pelaku balap liar nekat bahkan melawan petugas.
Minggu (8/2/2026) pagi, Kasat Lantas Polresta Palangka Raya Kompol Egidio Sumilat melalui Kanit Patroli Ipda Dedi Hendra Kurniawan mengatakan bahwa para pembalap liar ini justru main kucing-kucingan sama petugas.
“Mereka berpindah – pindah tempat untuk mengelabuhi petugas supaya tetap bisa melakukan balap liar,” jelas Ipda Dedi Hendra Kurniawan.
Dedi menjelaskan, para pelaku balap liar yang didominasi para remaja yang berstatus pelajar tersebut mengetahui di Jalan Dr Murjani di jaga polisi mereka pindah ke Jalan Diponegoro dan Jalan RTA Milono untuk kembali melakukan balapan.
Petugas yang sedang melakukan patroli malam itu mendapati aksi balap liar di Jalan Diponegoro dan RTA Milono mereka mengaku bahwa berpindah tempat untuk menghindari petugas yang sedang patroli di Jalan Dr. Murjani.
“Kita amankan beberapa motor beserta pemiliknya dan kondisi motor rata- rata sudah di modifikasi seperti memasang knalpot brong, plat nomor spion tidak di pasang,” T
tutupnya.(red)





