KUALA KAPUAS, JurnalBorneo.co.id – Akibat lima bulan tidak menerima gaji. Karyawan PDAM Kapuas rupanya mulai kehilangan kesabaran. Hal ini dilakukan dengan melakukan reaksi internal agar pihak managemen PDAM membayarkan gaji mereka.
Reaksi tersebut dengan menggelar pemasangan beberapa poster bertulisan yang terpampang di kantor PDAM Kapuas mulai hari Rabu (27/20/2021). Intinya karyawan meminta managemen membayarkan gaji seluruh karyawan yang sudah tidak terbayar selama 5 bulan berturut-turut.
“Kami sudah tidak sabar lagi, bagaimana kami dan keluarga sudah 5 bulan hak kami berupa gaji tidak dibayar management,” kata Gito, salah satu karyawan PDAM Kapuas.
Dijelaskan, gaji yang tertunggak mulai bulan Juli, Agustus, September, Oktober 2021 dimana sebagian lagi bulan Juni 2021 sebagian karyawan belum terbayar.
Selama ini, pemasukan keuangan dari pembayaran langganan jaringan PDAM sebanyak kurang lebih 27 ribu pelanggan selama ini dikemanakan sampai karyawan bekerja tanpa diberikan gaji sebagai haknya.

Menyikapi gejolak tersebut Plt. Direktur PDAM Kapuas, Jonie, menyangkal kalau pihaknya sampai tidak membayar gaji karyawan selama ini.
“Dengan kondisi keuangan yang masih bermasalah ini, kami sebenarnya tetap membayar gaji karyawan dengan memperhatikan utang piutang karyawan,” ujar Jonie di ruang kerjanya.
Dikatakan, pembayaran tersebut dilakukan seperti pembayaran angsuran karyawan kepada pihak bank, sehingga diharapkan jangan sampai karyawan PDAM bermasalah terhadap kewajibannya.
“Mereka tidak menerima gaji secara tunai, namum kami berupaya membayarkan angsuran kreditnya di bank,” tegas Jonie. (Lg)





