MURUNG RAYA, JurnalBorneo.co.id – Dosen IAIN Kediri, Jawa Timur Agus Edi Winarto mengatakan, media sosial salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan demokrasi maupun toleransi di tengah masyarakat.
“Media sosial dapat memberikan banyak dampak positif, salah satunya yakni meningkatkan demokrasi dan toleransi,” katanya saat menjadi narasumber Webinar Indonesia Makin Cakap Digital wilayah Murung Raya, Kalimantan Tengah, Kamis.
Melalui media sosial masyarakat dapat bebas berekspresi maupun menyampaikan pendapatnya kepada publik dan hal ini merupakan hak dari setiap orang.
Terlebih pengguna media sosial di Indonesia cukup tinggi, sehingga sangatlah tepat jika disebut sebagai sarana meningkatkan demokrasi maupun toleransi masyarakat.
Lebih lanjut dijelaskannya, demokrasi dan toleransi saling berkaitan, yakni kebebasan seseorang dalam berpendapat maupun berekspresi, tentunya dibatasi dengan adanya hak orang lain.
“Inilah perwujudan dari toleransi, yaitu saling menghormati kebebasan berekspresi yang dibatasi hak orang lain,” tuturnya.
Menurutnya ada sejumlah hal yang membatasi seseorang dalam kebebasannya berekspresi termasuk di media sosial, seperti adat istiadat atau tata krama, hingga hukum maupun UU ITE.
Ia pun menjabarkan, ada sejumlah alasan yang mengharuskan seseorang beretika dalam kebebasannya berekspresi di media sosial diantaranya mencari musuh adalah hal mudah, sedangkan mencari kawan baik itu sulit.
“Dengan kita menghargai orang lain maka sama dengan menghargai diri sendiri, serta apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita tuai di kemudian hari,” jelasnya.
Sementara itu turut hadir narasumber lainnya dalam webinar ini, seperti seorang influencer Arsyia Farinia, perwakilan PGRI Murung Raya Bayu Putra, serta seorang abdi negara Ismail.
Masing-masing narasumber ini membawakan materi berbeda antara satu dan lainnya, mulai dari kecakapan digital, keamanan digital, budaya digital, hingga etika digital. (antara/fer)





