Palangka Raya-jurnalborneo.co.id
Pestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan olahraga Kalimantan Tengah. M. Rizki Habibi, atlet Taekwondo berprestasi asal Kalteng, resmi mendapatkan panggilan dari Pengurus Besar (PB) Persatuan Taekwondo Indonesia (TI) untuk mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) Poomsae Pelatnas.
Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut atas performa gemilang Rizki yang sebelumnya berhasil menyabet medali perak di nomor Poomsae Recognized Perorangan Putra pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025.
Persiapan menuju panggung dunia, Rizki akan bergabung dengan ratusan atlet terbaik dari seluruh Indonesia. Seleknas ini bertujuan menjaring talenta unggulan yang akan dipersiapkan membela Merah Putih pada ajang bergengsi: Asian Games 2026 dan Olympic Youth.
Ketua Taekwondo Kalteng, Dedy Indarto, mengonfirmasi kabar baik tersebut pada , Minggu (25/1).
Beliau menyatakan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada putra daerah Kalteng.
”Alhamdulillah, atlet taekwondo pelajar Kalteng dipanggil PB TI. Tentu ini sangat membanggakan. Kami berharap Rizki dapat mempersiapkan diri dengan maksimal agar bisa memberikan hasil terbaik bagi Kalteng dan Indonesia,” ujar Dedy.
Dedy juga memberikan instruksi khusus kepada jajaran pelatih di tingkat daerah, khususnya Pengcab TI Katingan dan Dojang tempat Rizki berlatih, untuk mengawal persiapan fisik serta teknik sang atlet sebelum bertolak ke tingkat nasional.
Meskipun saat ini baru satu atlet yang dipanggil, hal ini dinilai sebagai sinyal positif bagi perkembangan olahraga di Kalimantan Tengah. Juga sebagai motor penggerak bagi atlet lainnya, dengan total 13 Pengcab TI dan puluhan Dojang yang tersebar, momentum ini diharapkan menjadi pelecut semangat pembinaan.
”Pemanggilan ini membuktikan bahwa jika atlet dibina dengan baik dan serius, peluang untuk berprestasi di tingkat nasional hingga internasional terbuka lebar bagi siapa saja,” tutup Dedy.
Ditambahkan Master Mulyadi dari PB TI dengan dipanggilnya Rizki Habibi menunjukan kualitas atlet Kalimantan Tengah sudah diperhitungkan di tingkat nasional.
Tentu kesempatan emas sebagai motor pemicu bagi atlet taekwondo lainnya merupakan cabang olahraga selalu menyumbang medali kejuaraan Internasional.
Sejak Olimpiade Tokyo 2020, sistem poin dalam Taekwondo menggunakan teknologi sensor (PSS) pada pelindung tubuh dan kepala untuk memastikan penilaian yang lebih transparan dan objektif.(red)
Teks :
Rizki Habibi saat meraih medali perak di Popnas 2025




