Palangka Raya, Jurnalborneo.co.id-Proyek renovasi pembangunan Bundaran Besar Palangka Raya kerap terkendala cuaca yang tidak menentu, meski begitu hingga saat ini progress pembangunan sudah memasuki 15-20 Persen.
Renovasi yang dilakukan akan mengubah tampilan Bundaran Besar menjadi lebih modern, namun tidak menghilangkan sisi budaya dan ciri khas suku Dayak.
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalteng, Yosua, baru-baru ini, mengatakan, pembangunan Bundaran Besar telah mencapai hampir 20 persen.
“Namun, kondisi cuaca yang tak menentu membuat proses pengerjaan terkendala, terutama saat hujan turun,” ujarnya lagi.
Ia melanjutkan pada bagian bawah Bundaran, terdapat air cukup tinggi, sehingga para pekerja harus memompa air sebelum melakukan pekerjaan.
“Apabila bagian bawah telah selesai dikerjakan, pekerjaan selanjutnya akan lebih mudah pada bagian atas kawasan Bundaran Besar,”tambahnya.
Di sisi lain, proses pembuatan terowongan pun tengah digenjot pengerjaannya oleh para pekerja kontraktor.
Hal ini disebabkan jalan ditutup dan tidak boleh melintas secara langsung ke bundaran besar.
Sehingga perlu akses dari luar kawasan Bundaran Besar sebagai alternatif untuk kendaraan yang hendak melintas.
“Progres pengerjaan bagian pondasi menara sudah selesai kemarin dan lanjut pada proses bangunan museum telah pada bagian struktur bagian atas,” terang Yosua.
Terowongan akan dibuat dan dikerjakan dari arah KONI Kalteng berdasarkan permintaan dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.
“Karena permintaan tersebut, maka akses diambil dari jalur bawah dari arah KONI Kalteng menuju jalan kawasan Bundaran Besar,” jelasnya.
Bidang Cipta Karya PUPR Kalteng dan kontraktor pun telah berkoordinasi dengan pihak balai jalan untuk memastikan keamanan terowongan.
Ia pun menjelaskan terkait panjang terowongan yang akan dibangun pada kawasan Bundaran Besar bagi kendaraan yang hendak melintas.
“Terowongan nantinya memiliki panjang 50 meter, masuk dari arah KONI Kalteng, kemudian lebar terowongan yang awalnya 3 meter, diubah menjdi 5 meter setelah kunjungan dari Gubernur Kalteng, Kadis PUPR Shalahuddin, dan asisten,” tutupnya.Tim