Gunung Mas—jurnalborneo.co.id
PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penyelenggaraan pelatihan pembuatan kue bagi ibu-ibu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berlangsung di Kecamatan Rungan (7/11/25).
Pelatihan ini dirancang sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menguatkan kapasitas usaha lokal, khususnya UMKM berbasis pangan, agar dapat berkembang secara mandiri dan memiliki daya saing.
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik pembuatan kue, standar higienitas produk pangan, inovasi resep, dan dasar-dasar pengemasan yang menarik serta bernilai jual.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kreativitas serta kualitas produk olahan rumah tangga, sehingga dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.
Dengan adanya transfer keterampilan tersebut, PT SKS Listrik Kalimantan berharap UMKM binaan mampu menghasilkan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, namun juga memenuhi standar mutu.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran perusahaan, antara lain Maulana Muhammad selaku Division Head Public Affairs, I Wayan Mario dari Divisi HSE, dan Miranda Puspita Ramadhani selaku Head of CSR.
Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa program penguatan UMKM merupakan bagian integral dari komitmen SLK dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menurut Miranda, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi bagian dari rantai program pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat membuka peluang pendapatan baru. Ketika UMKM kuat, maka ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” jelasnya.
PT SKS Listrik Kalimantan meyakini bahwa penguatan UMKM adalah langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya Goal 8: Decent Work and Economic Growth serta Goal 5: Gender Equality, karena memberdayakan perempuan dalam sektor produktif.
Dengan berbagai inisiatif yang telah berjalan, SLK berharap program serupa dapat direplikasi di wilayah lain dan menjadi katalisator peningkatan kapasitas serta kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan.(red)









