KUALA KAPUAS, JurnalBorneo.co.id – Program pembangunan perumahan sebanyak 103 unit disiapkan untuk penempatan transmigrasi sudah dinyatakan sepenuhnya siap huni.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Kapuas, Deni Harsono, menyikapi pernah robohnya bangunan perumahan untuk penempatan hunian transmigrasi di Desa Dadahup.
“Saat ini ada sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) dari Pulau Jawa, diterima dan ditempatkan di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Dadahup, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas,” ujar Deni Harsono di ruang kerjanya, Jumat (24/12/2021).
Deni Harsono menjelaskan, untuk warga transmigrasi yang ditempatkan di UPT Dadahup ini sebanyak 21 Kepala Keluarga yang terdiri dari 72 jiwa, di antaranya 10 Kepala Keluarga/40 jiwa dari Provinsi Jawa Tengah, 6 Kepala Keluarga/16 jiwa dari Provinsi Jawa Barat dan 5 Kepala Keluarga/16 jiwa dari Provinsi D.I Yogyakarta.
Kejadian roboh itu kejadiannya pada 10 Nopember, saat itu tukang sedang bekerja merangkai dinding rumah dan atap rumah yang terbuat dari baja ringan, pada saat merangkai dinding rumah dan atap rumah saat tersebut, tiba-tiba turun hujan lebat dan angin kencang, sehingga para tukang berhenti bekerja, karena pada saat itu sebagian suai kerangka dinding belum terpasang dan angin kencang mengakibatkan rumah tersebut ambruk.
“Untuk saat ini semua 103 unit rumah semua sudah terbangun dan siap untuk dioperasionalkan,” tegas Deni
Mantan Camat Kapuas Barat ini beranggapan bahwa pembangunan rumah transmigrasi tersebut sudah sesuai perencanaan yang disusul langsung pihak Kementrian. (Lg)





