PALANGKA RAYA, JurnalBorneo.co.id – Media massa diyakini memiliki kekuatan besar dalam pembentukan opini publik dan mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang maupun sekelompok orang ataupun masyarakat.
Menyikapi hal itu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Palangka Raya mengundang insan media untuk mengikuti kegiatan Workshop Penguatan Kapasitas kepada Insan Media di salah satu hotel di jalan Tjilik Riwut Palangka Raya, Kamis (30/9/2021) pagi.
Kegiatan itu dimaksudkan untuk membahas serta tukar menukar informasi mewujudkan rencana aksi yang dapat dilaksanakan dalam upaya menekan penyalahgunaan narkoba di Kota Palangka Raya.
“Dengan bantuan rekan-rekan media diharapkan masyarakat mengetahui program-program apa saja yang sedang dilaksanakan BNNK Palangka Raya mengantisipasi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Kepala BNNK Palangka Raya AKBP Miga Nugroho, SH dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sub Koordinator P2M C. Allan Sitompul.
Miga menyebutkan saat ini BNN memiliki program prioritas yaitu Kota Tanggap Ancaman Narkoba atau disingkat KOTAN.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan daerah dalam mengantisipasi, mengadaptasi dan memitigasi ancaman dan gangguan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” terangnya.
Setelah pembukaan, workshop dilanjutkan paparan oleh tiga orang pemateri yaitu Sub Koordinator P2M BNNK Palangka Raya C. Allan Sitompul, Ketua PWI Kalteng M. Haris Sadikin dan Wakil Ketua KPI Kalteng Chris Philip Alessandro.
Pemateri pertama, C. Allan Sitompul mengatakan selama ini hampir setiap berita narkoba menghiasi pemberitaan di berbagai media baik cetak, online, televisi dan radiao. Namun sayangnya hanya terpaku pada pemberitaan pemberantasan/penindakan. Sedangkan kegiatan pencegahan dan rehabilitasi kurang mendapat sorotan.
“Kepada pihak wartawan agar bisa memposisikan diri sebagai bagian dari Penggiat Anti Narkoba yang memiliki tanggung jawab terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba,” ucap pejabat berdarah Tapanuli itu.
Kesempatan berikutnya, Ketua PWI Kalteng M. Haris Sadikin mengulas peran Pers dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Menurutnya Pers merupakan “gudang” berbagai macam informasi yang dibutuhkan masyarakat sehingga patut menjadi alat penting untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
Ia mengakui berita narkotika mempunyai dampak positif dan negatif dalam membangun opini publik. Dikuatirkan akan lebih banyak negatifnya, jika media tidak memahami beberapa persoalan terkait bahaya narkotika
“Jangan terjebak mensosialisaikan jenis-jenis narkoba dan keuntungan yang didapat,” ungkap Haris.
Apalagi, lanjutnya, jika wartawan hanya mengumbar dari sisi pengguna, pengedar dan bandar tanpa memberikan peringatan tentang bahaya narkotika dari sisi kesehatan, masa depan anak, dampak sosial dan lainnya.
Pemateri terakhir, Wakil Ketua KPI Kalteng Chris Philip Alessandro menyampaikan strategi kebijakan lembaga penyiaran dalam upaya penyebarluasan informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang disiarkan lembaga penyiaran radio dan televisi yang ada di Kalteng.
Kegiatan itu diikuti puluhan wartawan dari berbagai media dan perwakilan mahasiswa dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. (fer)
(FOTO : Sub Koordinator P2M BNNK Palangka Raya C. Allan Sitompul (tengah) didampingi Ketua PWI Kalteng M. Haris Sadikin (batik merah) dan Wakil Ketua KPI Kalteng Chris Philip Alessandro di acara Workshop Penguatan Kapasitas kepada Insan Media, Kamis (30/9/2021))*fer.





