Gunung Mas—Program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan, (10/11/25).
Setelah sebelumnya masyarakat hanya melakukan budidaya ubi jalar dalam karung sebagai bagian dari program penguatan UMKM, kini warga mulai beralih menuju tahap kemandirian dengan membuka dan mengelola lahan pertanian sendiri.
Transformasi ini menandai capaian signifikan dari keberhasilan program CSR SLK, di mana pengetahuan dasar, teknik penanaman, hingga manajemen pascapanen yang sebelumnya diberikan kepada warga terbukti mampu meningkatkan kapasitas serta ekonomi masyarakat setempat.
Pada salah satu lahan warga yang kini ditanami ubi jalar, terlihat deretan tanaman yang tumbuh subur di hamparan tanah pekarangan rumah. Foto yang diambil memperlihatkan area pertanian dengan tanaman ubi jalar yang tumbuh merata dan tertata rapi — menunjukkan bahwa metode budidaya ini telah berhasil diadaptasi secara mandiri oleh masyarakat.
Dalam foto lainnya tampak seorang ibu rumah tangga sedang memeriksa tanaman ubi jalarnya. Perempuan tersebut adalah Ibu Martem, salah satu penerima manfaat program, yang kini menjadi bukti nyata keberhasilan transfer keterampilan dari SLK kepada warga.
Wajahnya menunjukkan kebanggaan dan rasa syukur saat menyentuh daun tanaman yang ia rawat sendiri.
Ibu Martem menyampaikan rasa terima kasihnya akan manfaat program ini:
“Saya sangat bersyukur dengan adanya program penanaman ubi jalar dalam karung yang diberikan oleh SLK. Dari situ saya belajar banyak. Sekarang saya sudah bisa menanam sendiri di lahan belakang rumah. Alhamdulillah, hasil panennya juga bisa saya olah menjadi keripik ubi yang menjadi produk UMKM kami, Transy Snack,” ungkapnya.
Keberhasilan ini tidak hanya sebatas peningkatan keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Produk olahan ubi berupa keripik UMKM Transy Snack kini menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga, sekaligus menambah variasi produk lokal yang memiliki nilai jual tinggi.
SLK menilai capaian ini sebagai bukti dari pendekatan CSR yang tepat sasaran — bukan hanya memberi bantuan, tetapi membangun kapasitas, membuka akses nilai tambah, dan memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Dari sekadar penanaman dalam karung, kini warga telah mampu mengelola lahan produktif yang secara langsung meningkatkan kualitas hidup mereka.
Ke depan, SLK berkomitmen untuk terus memperkuat model pemberdayaan masyarakat berbasis rantai nilai (value chain), sehingga lebih banyak warga dapat mandiri, berdaya, dan turut menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh di wilayah operasional perusahaan.(red)









