• Tentang Kami
  • Index Berita
Selasa, 21 April 21 2026
  • Login
Jurnal Borneo
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport
No Result
View All Result
Jurnal Borneo
No Result
View All Result

Monica Putri Rasyid melalui KKB Vol 4.2 Hadirkan Bang Jabran Bahas Mindset Digital Marketing

Jumat 23 September 2022
in Jurnal Kalteng
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Palangka Raya, jurnalborneo.co.id — Klinik Bisnis telah melaksanakan Kelas Klinik Bisnis Volume 4.2 yang berupaya memfasilitasi para penggiat UMKM baik mitra maupun non mitra binaan Klinik Bisnis yang berkemauan besar untuk belajar mengembangkan bisnisnya.

Dalam Volume ke-4 di semester 2 ini, Klinik Bisnis mengangkat tema “Mindset Digital Marketing”.

BeritaTerkait

Rayakan Kemenangan Kristus di Alam Terbuka, Kerukunan Keluarga Kristen SMKN 1 Palangka Raya Gelar Ibadah Paskah di Danau Sebangau

93 Guru SD Kapuas Kalteng Ikuti Kelas In-Service PKGSD

Gubernur Kalteng Hadiri Gala Dinner Kegiatan TP2DD Kalimantan Selatan

“Kelas Klinik Bisnis bertema “Mindset Digital Marketing” ini diharapkan mampu membantu para penggiat UMKM dan peserta umum lainnya yang masih kebingungan dalam hal menerapkan digital marketing untuk usahanya, terlebih di Era teknologi yang serba digital saat ini menjadi tantangan bagi para penggiat UMKM agar lebih tangguh bersaing dengan kompetitor yang ada,” jelas 1 Muhammad Asary, Koordinator Klinik Bisnis.

KKB Vol. 4.2 menghadirkan seorang Brand Activist, yang juga merupakan Founder Platform Jagoan Branding. Dia juga seorang couplepreneur dan FnB Enthusiast, adalah Romi Angger Hidayat, S. E atau yang akrab disapa Bang Jabran.

Sebagai pengantar awal paparannya Bang Jabran menyampaikan bahwa terkadang kita selalu berpikir ngebranding adalah sesuatu yang mahal, padahal nyatanya tidak selalu mahal. Sama halnya mindset digital marketing, kebanyakan dari kita takut akan biaya mahal dan bingung harus memulai dari mana.

“Itulah mengapa pentingnya menerapkan branding dan digital marketing untuk suatu brand, dimana kita harus punya growth mindset, pemikiran untuk terus bertumbuh,” tutur Bang Jabran.

Pria yang saat ini berdomisili di Cilacap, Jawa Tengah ini juga menyampaikan pentingnya untuk beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat terjadi.  Sekarang kita hidup di era society 5.0 bersamaan juga dengan era industri 4.0 dimana banyak sekali bisnis raksasa yang sudah tumbang, pergerakan bisnis yang selama ini mendominasi berpuluh-puluh tahun akhirnya kalah dengan kompetitor baru. Hal tersebut dikarenakan tidak mampu beradaptasi dengan teknologi saat ini.

Menurut bang Jabran, kreativitas adalah melihat masalah sebagai peluang. Itulah mengapa pentingnya beradaptasi dengan tantangan kemajuan teknologi saat ini didukung kreativitas dan perubahan pola pikir.

“Perubahan masif menuju era digital, tidak cukup hanya disikapi dengan modernisasi teknologi gadget tapi membutuhkan perubahan mindset/ pola pikir yang lebih mendasar,” ungkap Bang Jabran.

Dalam pemaparannya, Bang Jabran juga menyampaikan klasifikasi fixed mindset dan growth mindset. Dimana fixed mindset artinya menganggap kegagalan adalah batas dari kemampuan kita. Sedangkan growth mindset menganggap kesalahan/kegagalan sebagai kesempatan untuk tumbuh, sehingga jika kita ingin melampaui sesuatu, memiliki pola pikir yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi saat ini maka harus memiliki growth mindset tersebut. Inilah salah satu konsep dalam mindset digital marketing.

Selanjutnya perlu untuk memahami Konsep Iteration (membuat hal yang sama lebih baik), Inovation (membuat hal-hal baru) , dan Disruption ( membuat banyak hal baru, sehingga yang lama jadi ketinggalan/kuno).

Bang Jabran dalam presentasinya tak lupa mengajak audiens untuk menyamakan persepsi tentang Brand, bang Jabran belajar dari pak bi atau Subiakto Priosoedarsono yang merupakan gurunya, seorang pakar branding yang telah memberikan dedikasi karyanya selama 50 tahun dalam hal branding.

Menurutnya Love is value, value is brand maksudnya Brand itu adalah sebuah nilai, yang dimana nilai itu muncul karena cinta. Dalam brand, kita bukan hanya menjual produknya tapi nilai dari sebuah brand tersebut. Slogan, logo, produk, packaging hanyalah permukaan saja, yang optimal adalah nilai brand itu sendiri.

Ketika kita memiliki sebuah brand ekuitas artinya kita mencapai puncak dari tujuan sebuah brand, dimana sudah memiliki image, loyalitas, awareness, kualitas dan identitas.

Tak hanya konsep brand saja, pria yang aktif dalam kegiatan sosial ini juga membahas pentingnya Marketing, Selling dan Branding yang harus jalan bersamaan. Meskipun ketiganya memiliki tujuan yang berbeda-beda.

“Marketingnya Branding adalah bagaimana konsumen punya jati diri, Marketingnya Selling adalah mengetahui berapa banyak yang mau kita peroleh. Sedangkan kunci branding ada pada ikatan emosional, apa yang diperoleh konsumen melalui produk yang kita jual. Branding tujuannya untuk memperoleh loyalitas konsumen (jangka panjang), marketing tujuannya permintaan/demand (jangka menengah), dan Selling tujuannya untuk closing (jangka pendek),” jelas Bang Jabran.

“Brand berguna menciptakan Top of Mind, dimana brand kita akan diingat oleh pelanggan. Marketing tujuannya untuk membangun kebutuhan konsumen, sasarannya target market. Kalau Selling untuk membuat konsumen membeli secepat-cepatnya,” tambahnya.

Hal yang perlu diingat adalah Brand adalah ikatan emosi antara produk dengan konsumen, dimana titik kritisnya terletak seberapa brand kita bisa menciptakan nilai. Contohnya ikatan emosional wardah adalah #Halaldariawal, membuat tagline nilai relevan antara produk dengan konsumen.

Sebenarnya kita mampu membuat brand kita dikenal banyak orang, sekalipun tidak memiliki logo yang jelas. Alasannya adalah karena Brand membangun sebuah kepercayaan/ reputasi. Jika masyarakat sudah kenal dengan brand bahkan menjadi konsumen loyal. Maka dengan sendirinya membranding produk tersebut.

Contohnya kopi asiang, dan kopi klotok yang tidak punya logo tapi punya brand dengan ikatan emosi. Namun demikian Brand bagus saja tidak cukup, perlu sustainable dengan cara memiliki strategi jangka panjang dan pendek yang berkesinambungan.

Kemudian yang sangat luar biasa, terkait 2 hal yang dibagikan oleh bang Jabran, yaitu konsep thematic dan tactical.

“Thematic adalah dengan menentukan tema jangka panjang agar Brand kita memiliki guideline yang jelas, konsisten membahas hal yang sama selama 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Contoh brand kebab Markab Kebab Akrab yang saya dan istri miliki, kami konsisten menerapkan thematic ketika menjalankan aktivasi digital dengan kata AKRAB secara terus menerus untuk membranding produk,” terang Bang Jabran.

“Tactical adalah dengan memberikan kejutan-kejutan sesaat dengan target jangka pendek, misalkan melalui promo pada momentum tertentu,” tambahnya.

Bang Jabran juga menyampaikan teori AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share ) yang dimana menekankan kekuatan testimoni/ word of mouth dalam menciptakan real konsumen.

Hal tersebut tidak terlepas dengan adanya mekanisme pikiran yang terdiri dari Conscious Mind (Pikiran Sadar) 12% dan Subconscious Mind (Alam Bawah Sadar) 88%. Kekuatan Brand saat ini didukung digital marketing yang bagus membuat pikiran sadar kita semakin tidak berdaya atau terhipnotis dengan brand yang diberikan.

Di akhir kelas, Bang Jabran mengucapkan terima kasih kepada Abdul Rasyid Foundation dan Klinik Bisnis yang telah memberikan dampak dan manfaat untuk banyak pihak. Dia juga mendorong peserta kelas untuk terus berjuang, karena menurutnya musuh terbesar dalam membangun brand adalah pemikiran yang instan.

Pada kesempatan berbeda, Monica Putri Rasyid selaku CEO Abdul Rasyid Foundation dan Klinik Bisnis menyampaikan harapan untuk Kelas Klinik Bisnis.

“Semoga Kelas Klinik Bisnis dapat terus  berdampak dan bermanfaat bagi para penggiat UMKM, baik mitra binaan Klinik Bisnis maupun non mitra untuk meningkatkan kualitas produk & usahanya sehingga mampu scale-up secara optimal dengan aktivasi go digital di era teknologi saat ini,” pungkas Monica.(red)

ShareTweetSendShare
Tags: Headlines

Related Posts

Rayakan Kemenangan Kristus di Alam Terbuka, Kerukunan Keluarga Kristen SMKN 1 Palangka Raya Gelar Ibadah Paskah di Danau Sebangau

Rayakan Kemenangan Kristus di Alam Terbuka, Kerukunan Keluarga Kristen SMKN 1 Palangka Raya Gelar Ibadah Paskah di Danau Sebangau

Minggu 19 April 2026
93 Guru SD Kapuas Kalteng Ikuti Kelas In-Service PKGSD

93 Guru SD Kapuas Kalteng Ikuti Kelas In-Service PKGSD

Kamis 16 April 2026
Gubernur Kalteng Hadiri Gala Dinner Kegiatan TP2DD Kalimantan Selatan

Gubernur Kalteng Hadiri Gala Dinner Kegiatan TP2DD Kalimantan Selatan

Kamis 16 April 2026
Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman ‘Ibunya Orangutan Kalimantan’

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman ‘Ibunya Orangutan Kalimantan’

Kamis 16 April 2026

Berita Terbaru

  • Rayakan Kemenangan Kristus di Alam Terbuka, Kerukunan Keluarga Kristen SMKN 1 Palangka Raya Gelar Ibadah Paskah di Danau Sebangau Minggu 19 April 2026
  • 93 Guru SD Kapuas Kalteng Ikuti Kelas In-Service PKGSD Kamis 16 April 2026
  • Gubernur Kalteng Hadiri Gala Dinner Kegiatan TP2DD Kalimantan Selatan Kamis 16 April 2026
  • Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman ‘Ibunya Orangutan Kalimantan’ Kamis 16 April 2026
  • FDA Serahkan Sejumlah Bantuan dan Ajak Civitas Akademika IAKN Ikuti Program NasDem Tour Rabu 15 April 2026


Next Post
Biro Organisasi Gelar Rakor Rencana Pembentukan Badan Riset Dan Inovasi Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng

Biro Organisasi Gelar Rakor Rencana Pembentukan Badan Riset Dan Inovasi Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng

© 2020 Jurnal Borneo

  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport

Copyright © 2017 JNews.