Muara Teweh, JURNALBORNEO.co.id-Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp730 miliar untuk penyelesaian dua jembatan dan pembangunan satu jembatan baru di wilayah tersebut. Seluruh proyek dilaksanakan melalui skema multiyears (tahun jamak).
“Kami sedang menyelesaikan dua jembatan. Jembatan Tumpung Laung–Sikan akan dilanjutkan. Jembatan Lemo akan dilanjutkan. Sekarang sedang dievaluasi oleh BPK-RI,” kata Shalahuddin saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Gunung Purei, Senin (1/2/2025).
Dalam kesempatan itu, Shalahuddin juga meluruskan isu yang menyebutkan bahwa pembangunan Jembatan Lemo akan dihentikan setelah dirinya menjabat sebagai bupati. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Selain dua jembatan yang sudah berjalan, pemerintah daerah juga akan membangun jembatan baru di Lahei. “Total anggaran pembangunan ketiga jembatan tersebut mencapai Rp730 miliar,” ujarnya.
Shalahuddin menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya periode 2025–2030.
“Saya ingin ada perubahan yang baik saat saya memimpin. Pertama, masalah infrastruktur jalan dan jembatan,” ucapnya tegas didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan.
Dengan pembangunan tiga jembatan strategis ini, Pemkab Barito Utara berharap mobilitas masyarakat semakin lancar serta konektivitas antarwilayah semakin kuat demi percepatan pemerataan pembangunan.Tim

















