• Tentang Kami
  • Index Berita
Minggu, 24 Mei 24 2026
  • Login
Jurnal Borneo
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport
No Result
View All Result
Jurnal Borneo
No Result
View All Result

Periode Pertama Bersekutu, yang Kedua Berseteru

H Sugianto Sabran-H Eddy Pratowo, S.Sos, MM Vs Ir Ben Brahim S Bahat, MT - DR H Ujang Iskandar, MM

Sabtu 5 September 2020
in Jurnal Kalteng
Sugianto Sabran dan Ben Brahim calon Gubernur Kalteng pada Pilgub 9 Desember 2020. FOTO : Kolase.

Sugianto Sabran dan Ben Brahim calon Gubernur Kalteng pada Pilgub 9 Desember 2020. FOTO : Kolase.

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

PALANGKA RAYA, Jurnalborneo.co.id – Sejak satu minggu belakangan ini, banyak kalangan memprediksi Pilgub Kalteng hanya akan diikuti dua pasangan calon (paslon) atau yang dikenal dengan head to head.

Bila diamati, Pilgub Kalteng tanggal 9 Desember 2020 yang akan datang memiliki fenomena yang unik bila dibandingkan dengan Pilgub Kalteng 27 Januari 2016 lalu.

BeritaTerkait

Faridawaty Sampaikan Harapan Peningkatan Pelayanan Publik dan Pemerataan Pembangunan di Momentum HUT ke-69 Kalteng

HUT ke-69 Kalteng, Agustiar Sabran Ajak Masyarakat Pastikan Daerah Terus Maju

Tim Catur Kalteng Ikuti Ajang JAPFA 2026 di Jakarta

Keunikan yang pertama, dapat dilihat dari jumlah konstestan peserta pilgub yang konsisten berjumlah dua dan dikenal dengan istilah “Head to Head”. Jika pada tahun 2016 yang bersaing pasangan Sugianto Sabran-Habib Said Ismal dan Willy M. Yoseph-Wahyudi K. Anwar maka di tahun ini antara pasangan Sugianto Sabran-Edy Pratowo dan Ben Brahim-Ujang Iskandar.

“Pengkondisian” dua pasang ini sekarang menjadi trend, sepertinya mengikuti Pemilihan presiden yang dua periode hanya diikuti dua pasang. Bagi sebagian besar kalangan dan pengamat politik, kondisi ini dianggap mengganggu iklim demokrasi. Mereka menginginkan agar persyaratan minimal jumlah kursi dan suara partai politik pengusung ditiadakan sehingga pilpres dan pilkada dapat diikuti banyak paslon dan rakyat memiliki banyak pilihan.

Keunikan kedua, partai politik pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mengalami perubahan dukungan. Bila pada periode pertama pilgub Kalteng, Gubernur petahana Sugianto Sabran didukung lima partai yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN dan PKB.

Maka pada periode kedua pertarungan pilgub tahun ini, Gerindra, Demokrat dan PAN pecah kongsi hanya Golkar dan PKB yang tetap setia mendukung. Sedangkan PDIP yang pada tahun 2016 tidak mendukung, justru tahun ini menjadi partai pengusung dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD Kalteng yakni 12 kursi.

Fenomena pindah dukungan dari partai politik ini bisa ditafsirkan macam-macam tergantung maksud dan tujuan serta arah keberpihakan pasangan calon. Bagi penulis, fenomena ini menunjukkan bahwa partai politik di negara kita tercinta ini bukanlah partai kader. Periode ini mengusung si A namun di periode berikutnya bisa mengusung si B, si C dan lainnya.

Dengan kondisi ini maka jangan heran jika kita melihat ada seseorang yang pada masa pendaftaran calon kepala daerah, menyatakan dirinya kader partai yang dilamar. Tetapi begitu tidak diusung, si calon gagal ini justru dengan lantang mendukung paslon dari parpol yang lain. Bahkan menghujat, seperti membalas kekecewaannya.

Fenomena itu pun marak terjadi pada pemilihan legislatif DPR RI, DPR Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten. Lima tahun pertama maju dari partai A, periode kedua maju dari partai B,C,D begitu juga pada periode berikutnya. Ada juga yang kembali ke parpol A setelah berkali-kali pindah parpol.

Atas fenomena tersebut, jangan heran dan tersinggung jika ada yang menyimpulkan bahwa demokrasi negara kita sekarang ini disebutkan hanya menjadikan rakyat sebagai objek demokrasi. Sebatas pemilih dan jumlah suara saja. Muaranya, frasa “Wani Piro” menjadi senjata andalan pemilih. Wow. (fer)

ShareTweetSendShare

Related Posts

Faridawaty Menilai Peringatan Hari Buruh Dimaknai sebagai Ruang Evaluasi Kesejahteraan Pekerja

Faridawaty Sampaikan Harapan Peningkatan Pelayanan Publik dan Pemerataan Pembangunan di Momentum HUT ke-69 Kalteng

Sabtu 23 Mei 2026
HUT ke-69 Kalteng, Agustiar Sabran Ajak Masyarakat Pastikan Daerah Terus Maju

HUT ke-69 Kalteng, Agustiar Sabran Ajak Masyarakat Pastikan Daerah Terus Maju

Sabtu 23 Mei 2026
Tim Catur Kalteng Ikuti Ajang JAPFA 2026 di Jakarta

Tim Catur Kalteng Ikuti Ajang JAPFA 2026 di Jakarta

Kamis 21 Mei 2026
Gubernur Kalteng Buka FBIM 2026, Dorong Pelestarian Budaya dan Kebangkitan Ekonomi

Gubernur Kalteng Buka FBIM 2026, Dorong Pelestarian Budaya dan Kebangkitan Ekonomi

Minggu 17 Mei 2026

Berita Terbaru

  • Atlet Porprov Sepakbola Kota Palangka Raya Ujicoba dengan BBP FC dan Persepun FC Minggu 24 Mei 2026
  • Faridawaty Sampaikan Harapan Peningkatan Pelayanan Publik dan Pemerataan Pembangunan di Momentum HUT ke-69 Kalteng Sabtu 23 Mei 2026
  • 350 Pecatur dari 8 Negara Bersaing di JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2026 Sabtu 23 Mei 2026
  • HUT ke-69 Kalteng, Agustiar Sabran Ajak Masyarakat Pastikan Daerah Terus Maju Sabtu 23 Mei 2026
  • Program PEYL RELO Kedubes AS Siap Cetak Ribuan Guru Bahasa Inggris SD yang Kompeten Jumat 22 Mei 2026


Next Post
Rizal Ramli: Zaman Gus Dur, Rakyat Dibela, Pemerintahnya Kreatif dan Inovatif

Rizal Ramli: Zaman Gus Dur, Rakyat Dibela, Pemerintahnya Kreatif dan Inovatif

© 2020 Jurnal Borneo

  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport

Copyright © 2017 JNews.