Gunung Mas-jurnalborneo.co.id
Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional, PT SKS Listrik Kalimantan menghadirkan program CSR TEMAN SLK (Tempe Binaan SKS Listrik Kalimantan).
Program ini merupakan inisiatif pembinaan dan pendampingan pelaku usaha tempe lokal agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta tata kelola usaha yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan pembinaan ini dibimbing langsung oleh Miranda Puspita Ramadhani selaku Head of CSR, yang memberikan arahan strategis terkait penguatan manajemen usaha, pengemasan produk, standar higienitas, hingga peluang pemasaran.
Melalui pendekatan pendampingan intensif, program TEMAN SLK tidak hanya berfokus pada peningkatan output produksi, tetapi juga pada penguatan mindset kewirausahaan dan keberlanjutan usaha.
Program ini dirancang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga, serta memperkuat rantai ekonomi lokal.
Dengan mendorong pelaku UMKM tempe agar lebih adaptif dan kompetitif, PT SKS Listrik Kalimantan berupaya menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.
Dari perspektif Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), TEMAN SLK sejalan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui penciptaan peluang usaha produktif, serta mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure dalam aspek penguatan industri skala mikro dan inovasi produk lokal. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada SDG 1: No Poverty melalui peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Dalam kerangka pelaporan keberlanjutan, program TEMAN SLK relevan dengan GRI 413: Local Communities terkait pengembangan dan pemberdayaan masyarakat lokal, serta mendukung pengungkapan pada GRI 203: Indirect Economic Impacts yang mencerminkan kontribusi perusahaan terhadap peningkatan ekonomi daerah secara tidak langsung.
Melalui program TEMAN SLK, PT SKS Listrik Kalimantan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya beroperasi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.(red).















