Palangka Raya-jurnalborneo.co.id
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Wengga Febri Dwi Tananda meminta peran orangtua di rumah dan guru di sekolah untuk terus memberi pemahaman tentang apa itu bullying dan dampak buruk yang terjadi dari bullying tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Wengga jurnalis di ruang kerja Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Selasa pagi (18/11/25) mengingat kasus bullying di sejumlah daerah marak terjadi.
Wengga menyebut, kasus bullying ini terjadi diakibatkan beberapa faktor terutama kurangnya rasa perhatian orang tua kepada anak ketika di rumah dan kurangnya terbuka sekolah kepada semua siswa-siswi.
Wengga menambahkan, hendaknya peran orangtua di rumah mampu terus memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya serta di sekolah para guru mampu merangkul semua siswa-siswinya untuk terus terbuka kepada pihak sekolah.
Menurut Legislator Fraksi Gerindra ini, kasus bullying dapat diketahui dari perilaku siswa siswi yang telah berbeda dari biasanya dan sering menyendiri atau sering diabaikan oleh teman sepermainannya.
Wengga mengharapkan, peran besar orangtua di rumah dan peran guru di sekolah untuk terus memberikan perhatian dan perlindungan dapat menekan angka bullying di seluruh daerah.(wrp)









