PALANGKA RAYA–jurnalborneo.co.id
Di bawah langit cerah Bumi Tambun Bungai, gema persatuan dan kesatuan membumbung tinggi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi, serta ratusan pelajar dari berbagai sekolah, bersatu padu mengikuti upacara khidmat memperingati Hari Lahir PancasilaPancasila, Senin (1/6).
Upacara yang berlangsung penuh wibawa ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momentum krusial untuk merekatkan kembali tali kebangsaan di dada setiap insan Bumi Pancasila, Kalimantan Tengah.
Tema Besar: Menjawab Tantangan Zaman
Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema yang membakar semangat: Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.
Tema ini menjadi kompas pemandu bahwa di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan global, Pancasila adalah jangkar tunggal yang menjaga kapal besar Indonesia tetap kokoh berlayar.
Makna mendalam, dari ASN hingga generasi muda.
Bagi lingkungan OPD Provinsi Kalteng, peringatan ini menjadi alarm pengingat bahwa cetak biru pelayanan publik harus berlandaskan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Pancasila adalah sistem nilai yang harus hidup dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.
Sementara bagi para pelajar yang hadir dengan seragam rapi dan pandangan mata yang optimis, Pancasila adalah identitas. Di pundak merekalah, estafet kepemimpinan bangsa ini dititipkan untuk menyongsong Indonesia Emas.
Pancasila bukan sekadar teks yang dihafal, tapi energi yang harus mengalir dalam setiap detak nadi, keringat kerja keras, dan prestasi anak bangsa!
Suasana upacara terasa begitu hidup. Saat bendera Merah Putih dikibarkan dan lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, seluruh peserta—mulai dari pejabat struktural, staf OPD, hingga para siswa—berdiri tegap dengan tangan memberi hormat, larut dalam keheningan yang magis dan penuh haru.
Pekik Merdeka! dan Saya Indonesia, Saya Pancasila! yang menggema di akhir acara seolah membakar semangat siapa saja yang hadir.
Melalui upacara ini, Kalimantan Tengah kembali mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa dari tanah Kalteng, keberagaman adalah kekayaan, perbedaan adalah kekuatan, dan Pancasila adalah rumah bersama yang akan terus dijaga hingga akhir masa.
Maju Terus Kalimantan Tengah, Jiwa Pancasila Menyala di Dada Kita.(pm)








