PALANGKA RAYA-jurnalborneo.co.id
Guna mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Tahun 2026, Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan kunjungan kerja ke kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah pada, Jumat (5/6).
Dipimpin langsung oleh Dadang Siswanto, rombongan wakil rakyat Kotim yang beranggotakan Riskon Fabiansyah, Langkap, Marudin, M. Hafiz, Syahbana, Noor Aprilly, Lumban Gaol, dan Hairis Salamad ini disambut hangat oleh jajaran pengurus KONI Kalteng.
Di antaranya Ketua Harian Hasanuddin Noor, Kabid Organisasi Merry Anitha, Wakil Ketua Bidang Prestasi Samuel Rasad, serta sejumlah pengurus lainnya seperti Berlianto, Tantawi Jauhari, Ali Akbar, Tomu Sirait, Budiantoro, Wilson Kudit, Saptaryo Kunindar, dan Warda Rocky.
Ketua Rombongan Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan kemitraan Komisi III yang membidangi Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata. Sinergi ini krusial mengingat pelaksanaan Porprov sudah di depan mata.
”Kami ingin mendapatkan informasi lengkap terkait kesiapan Porprov yang tinggal beberapa bulan lagi. Data ini penting agar kami di legislatif bisa memperjuangkan anggaran hibah yang maksimal buat KONI Kotim,” ujar Dadang, yang diamini oleh seluruh anggota komisi yang hadir.
Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan. Kotim menyandang status prestisius sebagai Juara Umum pada Porprov empat tahun lalu. Oleh karena itu, persiapan matang dan dukungan anggaran yang tepat sasaran menjadi harga mati untuk mempertahankan gelar tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Harian KONI Kalteng, Hasanuddin Noor, memaparkan agenda olahraga terdekat, khususnya Porprov XIII yang akan menyedot perhatian seluruh daerah di Kalteng.
Saat ini, KONI Kalteng sendiri menaungi 53 Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga prestasi beserta beberapa badan fungsional.
Hasanuddin mengatakan, terkait pelaksanaan Porprov yang akan digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) selaku tuan rumah, terdapat penyesuaian jadwal terbaru:
Jadwal awal berlangsung mulai 4 Oktober 2026. Jadwal terbaru dimajukan menjadi tanggal 2 Oktober 2026, berdekatan dengan perayaan HUT Kotawaringin Barat pada 3 Oktober.
Dari sisi teknis pendaftaran, Bidang Sekretariat KONI Kalteng yang diwakili oleh Wilson Kudit membeberkan data kuantitas atlet Kotim. Pada tahap pertama, Kotim mendaftarkan 957 atlet. Saat ini, proses masuk ke tahap kedua, yaitu pendaftaran by name untuk menentukan nomor pertandingan spesifik yang akan diikuti.
Dengan angka tersebut, Kotim menjadi daerah dengan jumlah kontingen terbesar kedua di bawah sang tuan rumah, Kobar, yang memimpin dengan 1.087 atlet. Dijadwalkan pada bulan Juli hingga Agustus mendatang, proses keabsahan data akan rampung sekaligus dengan penerbitan ID card resmi atlet.
KONI Kalteng juga mengingatkan hal krusial terkait proteksi dini seluruh atlet, official, dan manager wajib segera terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan demi menjamin keselamatan selama ajang berlangsung.
Salah satu poin penting yang dikonsultasikan Komisi III DPRD Kotim adalah jalan keluar terkait dualisme kepengurusan cabang ( Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di tingkat kabupaten, yang akarnya memang terjadi di tingkat PB IPSI pusat.
Mengantisipasi agar polemik ini tidak mengorbankan nasib para pesilat berbakat Kotim, Bidang Hukum KONI Kalteng, Budiantoro, memberikan pencerahan sekaligus solusi taktis.
Para atlet silat Kotim disarankan membuat surat pernyataan resmi bahwa mereka bertanding murni atas nama Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan demikian, status pendaftaran mereka sah membawa nama daerah, tanpa perlu membawa bendera Pengkab IPSI yang tengah mengalami dualisme.
KONI Kalteng akan memfasilitasi pertemuan dengan Pengprov IPSI Kalteng terkait dualisme kepengurusan silat di Kotim.
Menutup pertemuan, Kabid Organisasi KONI Kalteng, Merry Anitha, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan kedatangan Komisi III DPRD Kotim. Sinergi yang kuat antara legislatif dan induk olahraga ini diharapkan menjadi bahan bakar utama bagi kesuksesan gelaran Porprov XIII Tahun 2026.(red)








