GUNUNG MAS, JurnalBorneo.co.id – Pandemi yang masih terus berlangsung hingga saat ini, membuat sebagian besar pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring atau online untuk mencegah paparan COVID-19.
Adapun yang menjadi catatan dalam PJJ diantaranya tantangan yang dihadapi saat pandemi dan bagaimana cara mengatasinya, kata Kepsek Penggerak Gunung Mas Ina Marita saat menjadi narasumber Webinar Indonesia Makin Cakap Digital wilayah Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis.
“Kemudian peran orang tua dan tenaga pendidik dalam PJJ di masa pandemi,” ungkapnya.
Mengatasi kesulitan PJJ di masa pandemi COVID-19, diantaranya Kemendikbudristek telah menyediakan ‘tools google workspace for education’ (GWE) yang memiliki fungsi kolaborasi, fungsi fitur-fitur terhubung dan fungsi sebagai akses.
‘Tools’ ini banyak sekali kelebihannya dalam membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, sehingga PJJ semakin dimudahkan dengan berbagai layanan.
Dijelaskannya kementerian juga merilis akun pembelajaran untuk mendukung PJJ di masa pandemi. Akun dimaksud yakni akun elektronik yang memuat nama akun dan akses masuk akun.
“Dapat digunakan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan atau aplikasi pembelajaran berbasis elektronik,” terangnya.
Lebih lanjut dipaparkannya, jenis-jenis layanan yang disediakan pada akun pembelajaran, mulai dari google drive, google docs, slides, sheets, classroom dan banyak lainnya.
Ada yang berfungsi sebagai media penyimpanan tanpa batas, papan tulis digital, presentasi daring atau online, pengelola data, membuat survei, membuat kelas interaktif, mengelola acara secara efisien, mengelola email secara efektif dan lainnya.
Diterangkannya, seperti kata Muhadjir Effendy, digitalisasi sekolah ada pada guru, jadi kompetensi guru harus baik. Guru harus belajar setiap hari, baik bersama instruktur, belajar sendiri, ataupun bersama koleganya.
“Selain mengajar guru harus bisa menjadi penghubung sumber belajar, fasilitator, hingga ‘gatekeeper’,” ungkapnya. (antara/red)









