DENPASAR–jurnalborneo.co.id
Kantor Bahasa Inggris Regional (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta, resmi menggandeng Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), meluncurkan program pelatihan guru sekolah dasar bertajuk “Practical English for Young Learners” (PEYL).
Program intensif yang berlangsung selama dua minggu ini digelar di Denpasar, Bali, mulai tanggal 10 hingga 23 Mei 2026 dibagi dua Batch.
Batch 1 sebanyak 56 guru dari seluruh Indonesia. Batch 2 sebanyak 41 orang terdiri dari BGTK, WI, Dosen, FasDa PKGSD MBI.
Langkah strategis ini diinisiasi guna mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia yang memperkenalkan kembali Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa sekolah dasar, dimulai dari kelas 3 SD.
Menariknya kegiatan ini menghadirkan Materi Interaktif Abad ke-21.
Dalam pelatihan ini, para fasilitator ahli dari RELO Kedubes AS (Kevin Mc Coughey, Yuta, Maddie, Nandia, Herlin, Ina,Widodo) memimpin berbagai sesi materi yang dirancang untuk mengubah paradigma pengajaran konvensional menjadi lebih dinamis dan berpusat pada siswa (student-centered).
Beberapa materi inti yang disampaikan oleh fasilitator RELO meliputi:
Pembelajaran Berbasis Permainan (Gamification & Play-Based Learning), Strategi memanfaatkan permainan, lagu, dan aktivitas fisik (Total Physical Response) untuk mengajarkan kosakata tanpa membuat anak merasa jenuh.
Dalam kegiatan ini juga ada
pemanfaatan Media Autentik: teknik menggunakan cerita bergambar (storytelling), komik, dan alat peraga sederhana di sekitar kelas untuk merangsang kemampuan berbicara (speaking) dan mendengarkan (listening).
Manajemen Kelas Positif (Positive Classroom Management) Metode mengelola ruang kelas yang ramai dan menjaga fokus anak-anak usia dini melalui instruksi yang jelas, menyenangkan, dan minim stres.
Diferensiasi Pembelajaran: cara merancang materi ajar yang inklusif agar dapat diterima dengan baik oleh siswa yang memiliki kecepatan belajar berbeda-beda.
Memperkuat keterampilan praktis di Kelas
Program PEYL menekankan bahwa kunci keberhasilan pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak tidak bertumpu pada hafalan tata bahasa yang kaku, melainkan pada metode pengajaran yang kokoh serta keterampilan praktis dalam membangun suasana kelas yang hidup.
Yuta said “You don’t need to be an English language expert, just design simple effective activities.
Pihak RELO mengatakan
“Dengan mengembangkan keterampilan mengajar praktis para guru, membangun kapasitas Bahasa Inggris siswa, menumbuhkan semangat belajar, dan menciptakan keterlibatan kelas yang lebih dalam.”
Dampak berkelanjutan bagi pendidikan nasional
melalui sinergi keahlian pengajaran Bahasa Inggris antara Amerika Serikat dan Universitas Indonesia, program ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai (multiplier effect).
Para guru yang telah menyelesaikan pelatihan ini didorong untuk membagikan ilmu, modul, dan metode interaktif yang mereka dapatkan dari fasilitator RELO kepada rekan-rekan sejawat di daerah asal masing-masing.
Kerja sama antara RELO Kedubes AS dan FIB UI ini menjadi bukti nyata komitmen kedua pihak dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, membuka peluang akademis global bagi generasi muda Indonesia, serta mempererat hubungan bilateral melalui sektor pendidikan.(pm2)










