PURUK CAHU, JurnalBorneo.co.id — Bupati Murung Raya (Mura), Perdie M Yoseph, hadiri kegiatan Safari Syawal 1443 H/2022 M perdana di Kecamatan Murung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Mura, Perdie M Yoseph, Camat Murung Fitrianul Fahriman, Kapolsek Murung Widodo, Anggota DPRD Mura Herius, Danramil, Kepala Desa se-Kecamatan Murung, PKK Murung, beberapa OPD dan tamu undangan lainnya.
Selain acara Halal Bi Halal ini juga nantinya akan ada pembagian bingkisan kepada beberapa orang warga masyarakat, tardiri dari Anak Yatim dan orang tua yang lanjut usia. Kegiatan berlangsung di aula Kecamatan Murung, Kamis (19/5/2022).
Bupati Murung Raya, Perdie M Yoseph, dalam sambutannya mengatakan, Safari Syawal ini dilakukan perdana di Kecamatan Murung oleh Pemerintah Kabupaten Mura.
“Saya minta tata batas yang ada di kecamatan, cepat tuntas dan diselesaikan, kami berharap BUMDES di Desa Murung harus ada 1 yang bisa menjadi contoh atau motivator untuk desa lain,” kata Bupati Perdie.
Dituntut seorang pemimpin agar bisa inovatif, kreatif, agar bisa terlihat dari situ kualitas seorang pemimpin dalam mengelola desanya.
“Dengan ini kami mengingatkan program percepatan pembangunan janji PRO, bukan lupa atau abai dengan program tersebut, karena keuangan dari pusat dibatasi/recofusing. Kalau dari Dana APBD Mura pembangunan akan konsisten kita lakukan,” tambah Perdie.
“Untuk ADD dan DD tahun ini ada pengurangan. Dengan mau berakhir jabatan ini, kami akan genjot terus pembangunan di Mura maupun yang masih mangkrak,” jelas Perdie.
Ditambahkan, di tahun 2023 mendatang akan dilaksanakan Pilkades Serentak yang akan diikuti oleh 54 Desa termasuk desa yang ada di Kecamatan Murung.
Sementara itu di tahun 2023 akan dilakukan pemekaran kelurahan di Kecamatan Laung Tuhup, Kecamatan Puruk Bondang dengan ibukota Maruwei.
Sementara itu Camat Murung, Fitrianul Fahriman mengatakan, penyelenggaraan anggaran di daerah Kecamatan Murung serta pembangunan sosial lainnya.
“Hampir 80 % desa sudah melakukan pencairan, dalam penggunaan anggaran ini kami tekankannya untuk desa agar memprioritaskan penyaluran BLT-DD yang diambil 40% nya. Ini untuk masyarakat yang kurang mampu, yang berdampak pandemi Covid-19, sehingga aktivitasnya dalam mencari nafkah terganggu kami berharap pandemi ini cepat berlalu, dan semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” kata Fahriman. (Kpl)















