MUARA TEWEH, Jurnalborneo.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Sri Neni Trianawati, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pelestarian naskah kuno yang dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Barito Utara.
Dukungan tersebut disampaikan seiring pelaksanaan pameran naskah kuno di Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Barito Utara, yang menampilkan mushaf Al-Qur’an tulisan tangan berusia 156 tahun.
Menurut Sri Neni, pameran ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga langkah konkret dalam memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya kepada masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Dissiptaka yang tidak hanya menyimpan naskah kuno, tetapi juga menampilkannya kepada publik. Ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya yang patut didukung,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan, mushaf Al-Qur’an tulisan tangan yang dibuat oleh H.M. Tasin merupakan bukti sejarah penting penyebaran Islam di Barito Utara yang memiliki nilai tinggi dan tidak ternilai harganya.
Sri Neni juga menyoroti peran keluarga dalam menjaga naskah tersebut selama lebih dari satu abad sebelum akhirnya diserahkan kepada pemerintah daerah. Mushaf tersebut diwariskan secara turun-temurun hingga akhirnya diserahkan oleh H. Afuw Anwar kepada Dissiptaka Barito Utara.
“Ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. Saya berharap semakin banyak keluarga yang menyerahkan naskah kuno kepada pemerintah agar bisa dirawat dan dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi,” katanya.
Selain mushaf Al-Qur’an, pameran juga menampilkan dua naskah khutbah Idul Fitri dan Idul Adha yang masing-masing berusia 93 tahun dan 83 tahun. Naskah tersebut ditulis oleh H. Abdullah bin H.M Saleh dan H. Abdul Aziz bin H. Abdurrahim.
Menurut Sri Neni, keberadaan naskah tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Barito Utara sejak dahulu telah memiliki tradisi keilmuan yang kuat.
“Ini harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk terus belajar dan menjaga warisan budaya,” tuturnya.
Ia berharap pameran serupa dapat digelar secara rutin dan menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa. Selain itu, ia juga mendorong upaya digitalisasi naskah kuno agar tetap dapat diakses tanpa merusak kondisi fisiknya.
“Saya akan mendorong di DPRD agar program pelestarian naskah kuno mendapatkan dukungan anggaran yang memadai. Ini adalah aset budaya yang tidak boleh hilang ditelan zaman,” tegasnya. (red)







