PALANGKA RAYA, Jurnalborneo.co.id — Pengurus Daerah (Pengda) Indonesian Offroad Federration (IOF) Kaliamantan Tengah menjalin kerja sama dengan Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya.
Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan di Kantor Basarnas Palangka Raya di Jalan Adonis Samad Kamis (4/8/2022).
Perjanjian kerja sama tersebut merupakan bukti bahwa IOF Kalteng selalu hadir untuk membantu dalam aksi kemanusian, khususnya di Bumi Tambun Bungai.
Tampak hadir dalam acara penandatanganan naskah kerja sama, sejumlah Pengurus IOF Pengda Kalteng dan Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya beserta staff.
Ketua Pengda IOF Kalteng, Harry Fernando Toeweh melalui Sekretaris Pengda IOF, Djati Asmoro menyampaikan, kerja sama IOF Kalteng dengan Basarnas sudah lama berlangsung. Namun pada hari ini baru dilakukan secara legal. Dan dengan ada kerja sama ini Pengda IOF Kalteng makin semangat dalam menjalankan aksi kemanusian, sehingga dengan sinergi ini kebutuhan masyarakat dalam aksi pertolongan lebih cepat dan tanggap lagi.
Dijelaskan Djati, Pengda IOF Kalteng sendiri juga akan berkolaborasi dalam penanganan di lapangan dan saling mendukung, cotohnya apabila ada suatu kejadian di lokasi yang sulit terjangkau dan armada dari Basarnas tidak bisa dan Pengda IOF memiliki armada seperti itu juga sebaliknya.
“Selain menyalurkan hobi, IOF ini juga ingin turun langsung untuk membantu masyarakat saat memerlukan pertolongan yaitu dengan merangkul Basarnas Palangka Raya. Dan kami juga ingin mengikuti latihan seperti apa memberikan pertolongan pertama,” ujar Djati.
Sementara, Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya, Muhamad Hariyadi mengatakan, adanya kerja sama dengan Pengda IOF Kalteng membantu tugas dari personel Basarnas di lapangan.
“Teman-teman IOF sendiri memiliki armada yang bisa masuk ke medan yang tidak semua orang bisa. Jadi kita bisa menggunakan peralatan mereka bilamana memang benar-benar dibutuhkan. Intinya kita saling berkoordinasi dalam aksi penyelamatan dan pertolingan ini,” terang Hariyadi.
Disampaikan Hariyadi, Kalimantan Tengah sangat luas dan wilayahnya banyak yang sulit dijangkau ditambah lagi personel dari Basarnas sangat jauh dari ideal dan hanya memiliki dua pos yaitu di Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kotawaringin Barat (Kobar).
“Setelah perjanjian kerja sama ini, kami juga sudah memiliki agenda-agenda dan nanti kami akan mengundang dari teman-teman IOF untuk ikut bergabung, yaitu bagaimana cara awal menangani di lapangan dan terkait penggunaan perawatan yang dimiliki,” tukasnya. (red)
















