PURUK CAHU, JurnalBorneo.co.id — Sebagai bentuk keprihatinan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya (Mura), Perdinand Wijaya, kepada guru-guru yang tidak aktif mengajar akan diberikan sanksi tegas. Sanksi yang diberikan tidak tanggung-tanggung berupa pemecahan atau penurunan pangkat.
Demikian diungkapkan Perdinand Wijaya kepada wartawan Jurnalborneo.co.id di ruang kerjanya, beberapa waktu yang lalu.
Dijelaskan, kalau pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada guru-guru yang tidak aktif mengajar, sebab mereka sudah digajih dan diambil sumpah janji mereka sewaktu menjadi Pegawai Negeri Sipil untuk mengabdi dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi murid-muridnya. Sekaligus bersedia ditempatkan di mana saja, artinya mereka sudah siap jiwa dan raga untuk mengabdikan dirinya.
“Keberhasilan suatu sekolah untuk mengantar muridnya menuju kesuksesan adalah keaktifan pihak gurunya pengajarnya. Sebab bagaimana anak bisa sukses mendapatkan pelajaran jikalau pihak gurunya sering tidak ada ditempat dan jarang masuk sekolah didalam memberikan pelajaran.
Oleh karena itu tambah Perdinand, jika nantinya dari pihak mereka mendapatkan laporan dari korwil, pengawas ataupun dari kepala sekolahnya terkait guru yang tidak aktif mengajar. Maka jangan salahkan pihaknya karena memberikan sanksi berupa surat peringan pertama (SP1).
“Surat peringan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan nantinya kepada guru-guru yang tidak aktif ada tiga. Pertama SP-1, SP-2 dan SP-3. Jika sudah dikeluarkan SP-3, maka siap-siap guru itu akan diberikan sanksi tegas berupa pemberhentian atau diturunkan pangkatnya,” tegas Perdinand.
Perdinand berharap, jangan ada guru-guru yang kena sanksi tersebut, sebab itu akan merugikan diri sendiri akibat ketidakdisiplinan.
“Saya berharap kepada pihak guru yang ada di daerah Murung Raya agar selalu disiplin dalam mengajar, sebab tugas guru sangat mulia,” kata Perdinand. Keberhasilan pendidikan murid di sekolah ditentukan oleh guru. “Kami percaya, bahwa guru-guru yang ada di Murung Raya ini akan selalu memberikan pengajaran yang terbaik bagi anak-anak didiknya,” kata Perdinand. (Kpl)







