• Tentang Kami
  • Index Berita
Kamis, 4 Juni 4 2026
  • Login
Jurnal Borneo
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport
No Result
View All Result
Jurnal Borneo
No Result
View All Result

Petani Mentaya Hilir Selatan Keluhkan Pupuk Subsidi Langka

Senin 3 Mei 2021
in Jurnal Kotim
Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) keluhkan pupuk subsidi yang sulit didapat. 
Keluhan itu, disampaikan ketua Gapoktan Sejati Bersama, Desa Samuda Kecil, Zainudin. Pasalnya, dimasa tanam Oktober - Maret (Okmar) 2020-2021, pupuk bersubsidi sudah tidak ada di kios penyalur bersangkutan. Foto : Ist

Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) keluhkan pupuk subsidi yang sulit didapat. Keluhan itu, disampaikan ketua Gapoktan Sejati Bersama, Desa Samuda Kecil, Zainudin. Pasalnya, dimasa tanam Oktober - Maret (Okmar) 2020-2021, pupuk bersubsidi sudah tidak ada di kios penyalur bersangkutan. Foto : Ist

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT, JurnalBorneo.co.id  – Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) keluhkan pupuk subsidi yang sulit didapat.

Keluhan itu, disampaikan ketua Gapoktan Sejati Bersama, Desa Samuda Kecil, Zainudin. Pasalnya, dimasa tanam Oktober – Maret (Okmar) 2020-2021, pupuk bersubsidi sudah tidak ada di kios penyalur bersangkutan.

BeritaTerkait

Atlet Kotim Didorong Melesat ke Panggung Nasional

300 Siswa dari 23 Sekolah Ikuti O2SN dan FLS3N Tahun 2025 di SDN-3 Parenggean

Antusias Masyarakat Kotim Siap Menangkan Paslon Willy-Habib

“Ada 8 Poktan di desa ini yang bertanam padi dengan luasan lahan tanam sekitar 300 hektare (Ha). Mereka mengeluh saat musim tanam pupuknya kosong,” jelasnya, baru-baru ini.

Padahal para poktan di tahun lalu, sudah membubuhkan tandatangannya mengajukan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ( RDKK), yang diminta Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna keperluan mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut.

“Saat petani mulai musim tanam, keberadaan pupuk malah langka,” imbuhnya.

Meski pupuk langka, lanjut Zainudin, PPL-nya justru mau minta lagi tandatangan RDKK untuk pengajuan persiapan tanam tahun 2021- 2022 kepada para anggota poktan. Namun para petani merasa keberatan akibat jatah pupuknya juga sering tidak kebagian.

“Ada 3 kelompok yang memberikan tandatangan pengajuan, sedang 5 kelompok lainnya menolak,” ucap Zainudin yang juga menjabat Kaur Perencanaan Pembangunan Desa tersebut.

Masalah pupuk itu juga disampaikan desa tetangga lainnya, menurut, Ketua Gapoktan Berkat Usaha, Desa Samuda Besar, Muslihul Amin, sulitnya pupuk bersubsidi karena sering kosong turut dirasakan semua anggota taninya. Keadaan susahnya pupuk itu mulai terasa sejak tahun 2019 lalu, lebih-lebih bila saat musim tanam.

Bahkan, untuk menerima pupuknya, kata Muslihul Amin, semua ketua poktan diharuskan membuat kartu anggota untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut. Meski semua aturan dituruti, tapi bila saat mengambil pupuknya bisa-bisa tidak dapat.

Jika pun ada juga terbatas, paling 1-2 sak saja, mana mencukupi untuk memupuk luas lahan tanam anggota yang memiliki sebagain luasan tanam dua sampai tiga hektare, ujarnya sedih.

Hal itu juga dikeluhkan, ketua Poktan Bunga Padi, Desa Sebamban, Jangking. Dirinya menduga merasa sedikit janggal dan aneh dengan sering kosongnya pupuk bersubsidi itu. Hingga membuat petani kebingungan tidak bisa memupuk lahannya.

Padahal, kata Jangking, dibandingkan penyaluran pupuk di Kecamatan tetangganya Teluk Sampit lancar dan tiada kendala. Kenapa justru di Kecamatan MHS pupuknya malah tidak ada dan kosong.

“Kawan-kawan petani di sini bertanya-tanya pupuk itu diarahkan kemana, sementara kecamatan lain pendistribusiannya lancar aja,” ungkapnya miris.

Terpisah, penyalur pupuk bersubsidi yang juga pemilik Toko Usaha Tani, Samuda, H Wiyono mengaku, cukup lelah menangani penyaluran pupuk subsidi tersebut.

“Per 1 Januari 2021 sudah tidak menangani lagi. Keluarga yang menjaga tidak sanggup, karena terlalu banyak yang diurus,” kata Wiyono, yang juga menjabat Kepala BPP MHS, ketika dikonfirmasi dikantornya, Senin pekan lalu.

Untuk diketahui, dari catatan BPP Samuda, jumlah Poktan di Kecamatan MHS yang tersebar di 8 desa dan dua Kelurahan, sebanyak 79 Kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 25 orang anggota. Sementara luasan tanam padi tahun ini sebanyak 4.100 hektare. (tim)

ShareTweetSendShare
Tags: Headlines

Related Posts

Atlet Kotim Didorong Melesat ke Panggung Nasional

Atlet Kotim Didorong Melesat ke Panggung Nasional

Sabtu 12 Juli 2025
300 Siswa dari 23 Sekolah Ikuti O2SN dan FLS3N Tahun 2025 di SDN-3 Parenggean

300 Siswa dari 23 Sekolah Ikuti O2SN dan FLS3N Tahun 2025 di SDN-3 Parenggean

Senin 28 April 2025
Antusias Masyarakat Kotim Siap Menangkan Paslon Willy-Habib

Antusias Masyarakat Kotim Siap Menangkan Paslon Willy-Habib

Senin 11 November 2024
Polda Kalteng Ungkap Kasus Pembajakan Kapal di Tanjung Malatayur

Polda Kalteng Ungkap Kasus Pembajakan Kapal di Tanjung Malatayur

Jumat 1 November 2024

Berita Terbaru

  • Luruskan Istilah “Legend”, Sejumlah Praktisi Senior Dayung Sambangi KONI Kalteng Rabu 3 Juni 2026
  • ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar Rabu 3 Juni 2026
  • ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026 Rabu 3 Juni 2026
  • PD Batara Membangun dan PT Banama Tingang Makmur Perseroda Jajaki Kerja Sama Strategis Selasa 2 Juni 2026
  • Gelorakan Jiwa Pancasila, Ribuan ASN, OPD, dan Pelajar Kalteng Satukan Semangat di Hari Lahir Pancasila Selasa 2 Juni 2026


Next Post
Polres Seruyan dan Jajaran Amankan Sholat Tarawih

Polres Seruyan dan Jajaran Amankan Sholat Tarawih

© 2020 Jurnal Borneo

  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport

Copyright © 2017 JNews.