Palangka Raya-jurnalborneo.co.id –Aliansi BEM SI Wilayah Kalimantan Tengah menggelar aksi di Tugu Soekarno, Palangka Raya Kalimantan Tengah, Jumat (20/10/23).
Dalam aksinya, para mahasiswa ini juga menyampaikan tujuh butir pernyataan sikap.
Kordinator Lapangan Aksi BEM SI Wilayah Kalteng Daeni Topan Vauzi mengatakan melihat apa yang terjadi di Kalimantan Tengah dengan adanya banyaknya masalah yang hingga saat ini tak kunjung selesai, dengan adanya aksi nasional dan serentak evaluasi 9 tahun kabinet indonesia maju (mundur) pada hari ini Jum’at, 20 Oktober 2023 Aliansi BEM-SI Wilayah Kalimantan Tengah menyampaikan tuntutan Kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diantaranya
1. Menolak politik dinasty dengan adanya putusan MK tentang Ambang Batas Usia Capres dan Cawapres
2. Menuntut pertanggungjawaban, mengusut tuntas dan mnindak tegas pihak kepolisian terhadap penembakan kepada masyarakat di Desa Bangkal, Seruyan dan menuntut penyelesian HAM di Kalteng
3. Menuntut penyelesaian konflik agraria di Kalteng. (Red)








