Pisor Kaharingan ke Titik Nol Doakan Pembangunan IKN Lancar dan Aman

2 Min Read
TITIK NOL IKN -- Pisor (Rohaniawan) Kaharingan saat melakukan ritual singkat di lokasi Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto : Ist

PENAJAM, JurnalBorneo.co.id – Keberadaan Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang sudah diberi nama Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur, saat ini terus ramai dikunjungi. Mulai dari unsur pemerintah, organisasi hingga masyarakat dari seluruh Indonesia.

Seperti halnya jajaran pengurus Forum Bela Negara (FBN) Palangka Raya, organisasi kemasyarakatan binaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanpol) Kota Palangka Raya ini, datang menyambangi ke lokasi Titik Nol IKN di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Menuju kelokasi titik nol kilometer IKN itu, jajaran pengurus FBN Palangka Raya membawa Pisor (Rohaniawan) Kaharingan, dengan tujuan melakukan ritual singkat seraya berdoa kepada Yang Maha Kuasa, agar pembangunan IKN pada saatnya dapat berjalan aman dan lancar.

“Setelah melakukan kaji banding ke Kesbangpol Samarinda, kami berkesempatan menyambangi lokasi IKN dengan membawa Pisor Kaharingan guna memanjatkan ritual dan doa,”ungkap Ketua FBN Kota Palangka Raya, Mambang I Tubil, di titik nol IKN, Kamis (31/3/2022).

Menurut Mambang, tidaklah berlebih apabila pembangunan IKN diperlukan doa dan restu serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Semuanya berharap perlindungan dan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa, guna memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pembangunan IKN kelak,” tambahnya.

Sementara itu Pisor Kaharingan, Awon mengatakan, ritual singkat tersebut berisikan doa dan pengharapan agar pembangunan IKN yang dimulai dari titik nol kilometer, senantiasa berjalan aman dan berkesinambungan.

“Ritual ini bertujuan untuk mendinginkan semua jengkal air dan tanah di lokasi IKN yang dimulai dari titik nol kilometer, dengan harapan diberikan kelancaran dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Adapun prosesi ritual singkat itu sendiri ditandai dengan dan menuangkan air di area simbol atau tugu titik nol kilometer, yang dipimpin langsung oleh Pisor Kaharingan, Awon. (red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *