• Tentang Kami
  • Index Berita
Sabtu, 18 April 18 2026
  • Login
Jurnal Borneo
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport
No Result
View All Result
Jurnal Borneo
No Result
View All Result

Kampung Sayuran, Upaya Antisipasi Kenaikan Harga Bawang Merah dan Cabai

Senin 14 Maret 2022
in Jurnal Kalteng, Jurnal Pemprov Kalteng
Kadis TPHP Prov. Kalteng, Riza Rahmadi

Kadis TPHP Prov. Kalteng, Riza Rahmadi

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

PALANGKA RAYA, JurnalBorneo.co.id – Pendekatan Kampung Sayuran salah satu upaya penuhi ketersediaan bawang merah dan cabai. Hal tersebut diungkapkan Kadis TPHP Prov. Kalteng Riza Rahmadi, Senin (14/03/2022).

Sebagaimana pemberitaan media massa pekan terakhir, terjadi kenaikan pada komuditas bawang merah dan cabai, sehingga hal tersebut banyak dikeluhkan oleh warga masyarakat. Menanggapi hal tersebut Kadis TPHP Riza Rahmadi menyebut bahwa harga cabai dan bawang merah memang sudah terindikasi naik seminggu yang lalu, dimana untuk bawang merah berada di kisaran 40 sampai dengan 41,5 ribu, per/kg.

BeritaTerkait

93 Guru SD Kapuas Kalteng Ikuti Kelas In-Service PKGSD

Gubernur Kalteng Hadiri Gala Dinner Kegiatan TP2DD Kalimantan Selatan

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman ‘Ibunya Orangutan Kalimantan’

Sementara, untuk cabai rawit hijau 50 ribu per/kg, cabai merah besar dan cabai merah keriting 75 ribu/kg, cabai rawit merah 100 ribu/kg.

Menurut Riza kenaikan harga bawang merah disebabkan beberapa faktor, diantaranya luasan panen bawang merah turun jika dibandingkan dengan tahun 2020, dimana tahun 2020 luas panen 28,65 Ha, sementara tahun 2021 seluas 23,55 Ha atau turun 5,1 Ha. Penurunan luas panen ini mengakibatkan turunnya produksi dari 27,64 ku/ha menjadi 14,49 ku/ha.

“ Luas panen ini sangat bergantung pada kabupaten dan kota yang melakukan penanaman bawang merah, dimana untuk tahun 2020 ada 7 Kabupaten dan 1 kota yang melakukan penanaman yaitu Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Katingan, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya. Sementara di tahun 2021 hanya di 5 Kabupaten yaitu Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Sukamara dan Pulang Pisau” ucap Riza.

Lebih lanjut tutur Riza, hal ini dikarenakan penyediaan benih berupa umbi masih tergantung benih dari jawa. Selain luas tanam dan panen yang turun juga dikarenakan cuaca ekstrem yang menyebabkan rendahnya produksi bawang merah, dan petani masih belum familiar dengan budidaya bawang merah.

Akan halnya masalah cabai, Riza Rahmadi menjelaskan baik cabai besar dan rawit juga mengalami penurunan luas panen dibandingkan tahun 2020, dimana cabe besar 302 Ha di tahun 2020, sementara di 2021 253 Ha atau turun 49 Ha. Sementara, cabai rawit 1.145 Ha di tahun 2020 menjadi 979 Ha di tahun 2021. Penyebab hal tersebut hampir sama dengan komoditi bawang merah, disamping terjadi penurunan produksi, dikarenakan juga faktor cuaca ekstrem berupa curah hujan yang tinggi yang menyebabkan penyerbukan yang gagal terjadi, dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa penyakit pada tanaman cabai yang terjadi di musim penghujan.

Menyikapi kondisi demikian Pemerintah Provinsi mengambil langkah-langkah jangka pendek dan menengah untuk antisipasi kenaikan harga bawang dan cabai.

“Kita memaksimalkan bantuan Pemerintah baik APBN dari Direktorat Jenderal Hortikultura dan APBD dari Pemerintah Prov. Kalteng dengan mengoptimalkan pendekatan kampung sayuran yaitu kampung bawang merah dan kampung cabai, berupa sarana produksi yang mencakup benih, pupuk dan pestisida” beber Riza.

Selain itu, masih menurut Riza Rahmadi, dilakukan pendampingan dan pengawalan dalam budidaya bawang merah dengan penggunaan benih unggul berupa biji dan bukan umbi. Menyelenggarakan bimbingan teknis dan sosialisasi tentang budidaya bawang merah, penggunaan benih unggul cabai hibrida untuk peningkatan produksi, gerakan pengendalian OPT bersama dengan BPTPH Provinsi, sehingga meminimalisir serangan OPT yang menurunkan produksi, dan pembinaan petani untuk menjadi penangkar benih bawang merah agar ketergantungan pada umbi bawang merah dari Jawa bisa diminimalisir. (red)

 

 

ShareTweetSendShare

Related Posts

93 Guru SD Kapuas Kalteng Ikuti Kelas In-Service PKGSD

93 Guru SD Kapuas Kalteng Ikuti Kelas In-Service PKGSD

Kamis 16 April 2026
Gubernur Kalteng Hadiri Gala Dinner Kegiatan TP2DD Kalimantan Selatan

Gubernur Kalteng Hadiri Gala Dinner Kegiatan TP2DD Kalimantan Selatan

Kamis 16 April 2026
Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman ‘Ibunya Orangutan Kalimantan’

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman ‘Ibunya Orangutan Kalimantan’

Kamis 16 April 2026
Ir. Aswin Usup, M.Sc, Ph.D, Putra Dayak Kalteng yang Ahli di Bidang Ilmu Lingkungan

Ir. Aswin Usup, M.Sc, Ph.D, Putra Dayak Kalteng yang Ahli di Bidang Ilmu Lingkungan

Rabu 15 April 2026

Berita Terbaru

  • 93 Guru SD Kapuas Kalteng Ikuti Kelas In-Service PKGSD Kamis 16 April 2026
  • Gubernur Kalteng Hadiri Gala Dinner Kegiatan TP2DD Kalimantan Selatan Kamis 16 April 2026
  • Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman ‘Ibunya Orangutan Kalimantan’ Kamis 16 April 2026
  • FDA Serahkan Sejumlah Bantuan dan Ajak Civitas Akademika IAKN Ikuti Program NasDem Tour Rabu 15 April 2026
  • Reses Perseorangan di IAKN Palangka Raya, FDA Bantu Mahasiswa Asal Papua Selesaikan Tugas Akhir Rabu 15 April 2026


Next Post
Pegawai Kejaksaan Diimbau Laporkan SPT Pajak Penghasilan Tepat Waktu

Pegawai Kejaksaan Diimbau Laporkan SPT Pajak Penghasilan Tepat Waktu

© 2020 Jurnal Borneo

  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport

Copyright © 2017 JNews.