KUALA KAPUAS, Jurnalborneo.co.id – Banjir rob dan air pasang yang terjadi belakangan ini khususnya di beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, berdampak pada sektor pertanian.
Akibat banjir sejumlah lahan pertanian dan perkebunan terendam, bahkan gagal tanam padi pada musim tanam kali ini. Hal tersebut menjadi perhatian kalangan wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kapuas.
“Kita harapkan ada perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas teknisnya atas kondisi pasca banjir rob, dimana lahan petani rata-rata tergenang, Oleh karena itu perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah agar para petani tetap bisa berproduksi,” kata srikandi DPRD Kabupaten Kapuas, Noni Ermirawati, Selasa (14/1/2021).
Menurutnya, kondisi lahan tergenang berakibat para petani gagal tanam di Okmar (Oktober-Maret), untuk itu mengharapkan pemerintah harus hadir meringankan beban para petani, seperti memberikan bantuan bibit dan saprodi kepada petani yang terdampak
“Sebab kondisi saat ini tentunya membuat para petani kita harus mengalami kerugian akibat banjir, apakah bantuan berupa bibit dan lainnya,” kata Politisi dari PPP ini.
Apalagi imbas pandemi Covid-19 perekonoman masyarakat cukup terpuruk ditambah lagi dengan adanya banjir, sehingga bantuan dari pemerintah daerah akan mengurangi beban para petani, sehingga sektor pertanian tetap berjalan.
Noni juga minta Dinas Pertanian setempat untuk memetakan, luasan dan wilayah mana saja yang terdampak banjir dan genangan serta wilayah mana saja yang rawan banjir, sehingga ke depan bisa diambil langkah-langkah antisipasi dan mitigasi agar sektor pertanian tetap terus berjalan. (Lg)
