• Tentang Kami
  • Index Berita
Sabtu, 14 Maret 14 2026
  • Login
Jurnal Borneo
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport
No Result
View All Result
Jurnal Borneo
No Result
View All Result

Mendunia Lewat Tulisan Pena, Putra Terbaik Samba Bakumpai Itu Telah Tiada

Rabu 25 Februari 2026
in Jurnal Palangka Raya
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Palangka Raya-jurnalborneo.co.id

Bakran Asmawi atau yang lebih akrab disapa Julak Ibak, sebuah nama yang melegenda merupakan sosok putra terbaik asal Desa Samba Bakumpai, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah

BeritaTerkait

Civitas Akademika UPR Gelar Bukber Pererat Kebersamaan antar Sesama

Penuh Semangat Kpopers Palangka Raya Bagikan 200 Takjil

Pria Jadi-Jadian Muncul Bikin Risih Masyarakat Kota Palangka Raya

Beliau masuk LKBN ANTARA di Jakarta pada 1967.
Pada akhir 1968, ia bersama Andi Baso Mappatoto ke Malaysia membahas antara lain soal bahasa serumpun.

Pada 1979, ia meliput perang perbatasan Vietnam-Cina bersama wartawan TVRI Hendro Subroto dan Kasakean sebagai wartawan pertama Indonesia diizinkan masuk Vietnam pasca-peristiwa 1965.

Pada 1983, ia menjadi pemenang beasiswa Dag Hammarskjold Memorial. Dag Hjalmar Agne Carl Hammarskjöld adalah sekretaris jenderal kedua Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjabat sejak April 1953 hingga kematiannya akibat kecelakaan pesawat pada September 1961.

Bakran menjadi pemenang dari Asia.
Pada 1985, ANTARA menerbitkan buku berjudul “Pesan Pembaharuan dari Bandung: 30 Tahun Konferensi Asia-Afrika”, yang ditulisnya bersama beberapa wartawan ANTARA, termasuk Ismet Rauf. Ia sekaligus menjadi penyunting, dengan kata pengantar Pemimpin Umum Trenggono.

Pada paruh kedua 1980-an, ia menjadi kepala biro ANTARA New York.
Pada 1988, ia meraih gelar Master of Science dari Universitas Ohio.
Ia meliput Presiden Soeharto sebagai ketua Gerakan Nonblok di markas PBB di New York pada 1992.
Pada tahun itu pula, ia meliput Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brasil, dan mewawancarai Presiden Venezuela Carlos Andrés Pérez di istana Miraflores, Caracas, Venezuela.

Seusai bertugas di Amerika Serikat pada 1993, ia pulang dan menjabat ketua dewan direktur Lembaga Pendidikan Jurnalistik ANTARA hingga pensiun pada Juni dua tahun kemudian.

Ia selanjutnya bergabung dengan Rajawali Citra Televisi Indonesia, lalu ke MetroTV pada 2000, LATIVI dan tvOne.
Di RCTI, ia menjadi produser acara “Bulletin Malam”. Di MetroTV, ia bersama Helmi Johannes menyusun Panduan Kebijakan dan Standar Berita stasiun televisi itu.

Di tvOne, Bakran menjadi pengajar teknik menulis naskah berita.
Selain itu, ia mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pelita Harapan.

Bakran berasal dari Tumbang Samba (Desa Samba Bakumpai), Kalimantan Tengah.
Rizali Hadi dalam bukunya, “Tumbang Samba Kota Pahlawan” menyatakan Bakran adalah saksi sejarah, yang pada masa kecilnya melihat rentetan pertempuran rakyat melawan Belanda (KNIL/NICA), yang ingin kembali menjajah tanah Dayak itu.

Selama menempuh pendidikan ia selalu lulus terbaik sejak sekolah rakyat, sekolah lanjutan pertama hingga lanjutan atas, yang membuatnya mendapat beasiswa ke Sekolah Guru B di Sampit dan karena lulus terbaik pula, beasiswanya diperpanjang untuk ke Sekolah Guru Atas di Banjarmasin.

Nilai terbaik membuat pemerintah daerah Kalimantan Tengah, yang baru berdiri, memberinya beasiswa melanjutkan kuliah ke IKIP Malang. Setelah lulus, ia melapor ke pemerintah daerah, tapi keadaan kacau aibat peristiwa 1965, membuatnya terkatung-katung karena tidak ada penempatan.

Bakran kemudian ke Jakarta. Pada suatu saat ia marah ketika melihat dua karyawan bergurau dan mengolok-olok, “Dayak lu,” di lorong depan “lift” lantai 20 Wisma ANTARA kala itu.

“Saya orang Dayak. Jangan main-main dengan kata itu,” katanya. Kedua anak muda tersebut pun minta maaf.

Bakran meneguhkan ulasan bahwa pertikaian suku Madura dengan Dayak pada hakikatnya bersumber pada perbedaan pemahaman tentang pengelolaan linkungan, yang seharusnya dapat dihindari.

Sebagai wartawan, ia pernah merasa gundah. “Liputan yang bikin saya mati kutu alias tidak sempurna adalah US Open di New York, yang diikuti Yayuk Basuki. Masalahnya karena saya kurang persiapan,” katanya di lamannya.

Wartawan dan pendidik kelahiran 22 mei 1939 itu meninggal dunia di Jakarta dan dikebumikan pada 23 februari 2026.
Selamat Jalan Julak Ibak. (shah/kas/dirangkum dari berbagai sumber)

ShareTweetSendShare

Related Posts

Civitas Akademika UPR Gelar Bukber Pererat Kebersamaan antar Sesama

Civitas Akademika UPR Gelar Bukber Pererat Kebersamaan antar Sesama

Selasa 10 Maret 2026
Penuh Semangat Kpopers Palangka Raya Bagikan 200 Takjil

Penuh Semangat Kpopers Palangka Raya Bagikan 200 Takjil

Sabtu 7 Maret 2026
Pria Jadi-Jadian Muncul Bikin Risih Masyarakat Kota Palangka Raya

Pria Jadi-Jadian Muncul Bikin Risih Masyarakat Kota Palangka Raya

Jumat 6 Maret 2026
WBP Dapat Bekal Keterampilan dari “Pojok Kreasi” Bimker Rutan Palangka Raya

WBP Dapat Bekal Keterampilan dari “Pojok Kreasi” Bimker Rutan Palangka Raya

Sabtu 28 Februari 2026

Berita Terbaru

  • Fapertahutkan UPR Gelar Buka Puasa Bersama Jumat 13 Maret 2026
  • Rawat Kebersamaan PT SKS Listrik Kalimantan dan Insan Pers Gelar Bukber Jumat 13 Maret 2026
  • Sosialisasikan Program Kartu Huma Betang Sejahtera, Fokus Bantu Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Masyarakat Rabu 11 Maret 2026
  • Civitas Akademika UPR Gelar Bukber Pererat Kebersamaan antar Sesama Selasa 10 Maret 2026
  • Waket III DPRD Kalteng Buka Puasa Bersama Insan Pers Pererat Silahturahmi Selasa 10 Maret 2026


Next Post
Pemprov Kalteng Ambil Langkah Progresif terkait Kartu Huma Betang Sejahtera

Pemprov Kalteng Ambil Langkah Progresif terkait Kartu Huma Betang Sejahtera

© 2020 Jurnal Borneo

  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport

Copyright © 2017 JNews.