MUARA TEWEH, Jurnalborneo.co.id – Sesi diskusi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Barito Utara Tahun 2027 menjadi ruang bagi DPRD untuk menyampaikan berbagai usulan strategis, khususnya terkait peningkatan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat.
Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli, menyoroti rencana pembangunan Jembatan Lahei. Ia mengusulkan agar lokasi jembatan ditempatkan secara strategis di tengah wilayah antara Kecamatan Lahei dan Lahei Barat guna memperlancar mobilitas warga.
“Guna memperluas akses dan memperlancar mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD H. Taufik dan Hasrat mendorong percepatan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK). Menurut mereka, sejumlah proyek strategis masih terkendala status kawasan Hutan Produksi sehingga diperlukan penyesuaian regulasi agar tidak menghambat pembangunan.
Di sektor pelayanan publik, H. Taufik juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Ia meminta agar tidak ada lagi pungutan di sekolah serta mendorong penambahan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, khususnya di wilayah pedesaan terpencil.
“Pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan harus benar-benar dirasakan masyarakat secara adil hingga pelosok desa,” tegasnya.
Melalui berbagai usulan tersebut, DPRD berharap perencanaan pembangunan dalam RKPD 2027 dapat lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. (red)







