• Tentang Kami
  • Index Berita
Rabu, 13 Mei 13 2026
  • Login
Jurnal Borneo
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport
No Result
View All Result
Jurnal Borneo
No Result
View All Result

Perempuan di Bidang Pekerjaan, Masihkah Dunia Kerja Memandang Gender ?

POJOK OPINI

Jumat 23 Desember 2022
in Etalase, Headlines, Jurnal Palangka Raya
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

SAAT ini, kita melihat kesempatan perempuan untuk bekerja jauh lebih terbuka disbanding bebrapa decade lalu. Kini kita banyak menemui perempuan bekerja baik pada sector formal maupun informal. Namun, tak jarang juga banyak beberapa perusahaan yang masih enggan untuk mempekerjakan perempuan. Mereka memandang bahwa perempuan hanya diorientasikan untuk melakukan pekerjaan domestic saja atau bisa dibilang hanya melakukan pekerjaan rumah saja.

Namun, di Indonesia sebagai negara yang menganut system demokrasi, harusnya pilihan seseorang untuk bekerja, baik itu laki-laki maupun perempuan, menjadi hak asasi bagi dirinya. Tapi, akibat konstruksi gender yang masih bias, perempuan sering menjadi pihak yang didomestifikasi.

BeritaTerkait

Parah, Antrean BBM di Kota Palangkaraya Hingga Mencapai 2 Km

DPW Partai NasDem Kalteng Gulirkan Program Ketahanan Pangan Internal

Faridawaty Menilai Peringatan Hari Buruh Dimaknai sebagai Ruang Evaluasi Kesejahteraan Pekerja

Meskipun perempuan dapat terjun ke dunia kerja, mereka masih dihadapkan dengan perlakuan yang diskriminatif, mulai dari segi upah, bidang pekerjaan, bahkan sampai level jabatan pun masih dominan laki-laki daripada perempuan.

Sebagaimana temuan Sakernas pada tahun 2019, upah perempuan 23% lebih rendah disbanding laki-laki, posisi strategis masih didominasi laki-laki (63,37%), perlindungan pekerjaan yang belum optimal, hingga menjadi pihak yang rentan mengalami kekerasan seksual, terutama pada sector non formal (ksbsi.org 2020).

Kemudian data dari Sakernas, BPS pada tahun 2020 menunjukkan bahwa meskipun laki-laki dan perempuan memiliki bekal ijazah sarjana, rata-rata perempuan hanya mendapatkan gaji sebesar Rp3,7 juta, sedangkan laki-laki bisa mendapatkan gaji sampai Rp5,4 juta.

Perempuan yang memiliki bekal ijazah SMA rata-rata hanya berpenghasilan Rp2,1 juta, sedangkan laki-laki rata rata mendapatkan penghasilan Rp3 juta. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan terakhir yang ditempuh seseorang tidak selalu cukup untuk mewujudkan kesetaraan upah. Data ini memperlihatkan kontradiksi dengan komiteman Indonesia mengenai kesetaraan pengupahan bagi pekerja. Padahal sudah sejak tahun 1957, pemerintah meratifikasi Konvensi Organisasi Buruh Dunia (ILO) No. 100/1951 tentang Pengupahan yang Sama bagi Pekerja Laki-Laki dan Wanita untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya (menlead.magdalene.com).

Dunia kerja yang belum sepenuhnya terbuka dan adil terhadap perempuan, menjadi isu utama terkait dengan hak perempuan di lingkungan kerja. Untuk menyikapi hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menegaskan bahwa, laki-laki dan perempuan yang bekerja memiliki kesetaraan yang sama dan harus dihargai bukan berdasarkan gender, melainkan berdasarkan bakat, hasil kerja, dan kompetensi (Karunia, 2020).

Nah, berdasarkan data-data yang ada, sejumlah dunia pekerjaan masih diidentikkan dengan gender tertentu, salah satuya adalah di bidang sains dan teknologi. Beberapa diantaranya masih beranggapann bahwa dunia tersebut lebih cocok untuk laki-laki dengan alas an bahwa laki-laki memiliki kompetensi yang lebih, logis, dan daya resiliensi lebih tinggi daripada perempuan.

Namun, beberapa fakta yang terjadi di Indonesia mematahkan stereotip pembagian bidang kerja berdasarkan gender. Seperti contohnya sosok Herawati Sudoyo, seorang ilmuwan di Ejikman Institute yang membuktikan bahwa gender tidak menjadi hambatan untuk terjun di dunia sains khususnya ilmu hayati. “Kalau bicara mengenai dunia penelitian, sebenarnya itu bukan dunia laki-laki. Perempuan dan laki-laki sama di sana, apalagi di bidang biologi molekuler (bidang yang digeluti oleh Herawati). Tetapi, seperti juga di tempat lainnya, dunia sains kompetitif sekali. Susahnya bagi perempuan adalah, kta sama-sama mulai, tapi di tengah jalan, perempuan bisa melambat karena menjalani peran ganda(sebagai peneliti dan puya tuntutan tanggung jawab domestic)”, kata Herawati (menlead.magdalene.com). *)

 

*) Oleh : Wulan Cahyani, Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri. (Red).

ShareTweetSendShare
Tags: Headlines

Related Posts

Parah, Antrean BBM di Kota Palangkaraya Hingga Mencapai 2 Km

Parah, Antrean BBM di Kota Palangkaraya Hingga Mencapai 2 Km

Jumat 8 Mei 2026
DPW Partai NasDem Kalteng Gulirkan Program Ketahanan Pangan Internal

DPW Partai NasDem Kalteng Gulirkan Program Ketahanan Pangan Internal

Selasa 5 Mei 2026
Faridawaty Menilai Peringatan Hari Buruh Dimaknai sebagai Ruang Evaluasi Kesejahteraan Pekerja

Faridawaty Menilai Peringatan Hari Buruh Dimaknai sebagai Ruang Evaluasi Kesejahteraan Pekerja

Sabtu 2 Mei 2026
Baitul Arqam Madya Pemuda Muhammadiyah Kalteng Siap Digelar Awal Mei 2026

Baitul Arqam Madya Pemuda Muhammadiyah Kalteng Siap Digelar Awal Mei 2026

Rabu 29 April 2026

Berita Terbaru

  • Musprov PODSI Kalteng Siap Digelar Rabu 13 Mei 2026
  • Pemprov Kalteng Fokus Kembangkan Hilirisasi dan UMKM Perkuat Ekonomi Regional Rabu 13 Mei 2026
  • Maryani Tekankan Sinergi DPRD dan Pemda Tingkatkan Infrastruktur di Seluruh Indonesia Selasa 12 Mei 2026
  • AM Taufiq Hidayat Nahkodai Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kalteng Periode 2026–2031 Selasa 12 Mei 2026
  • Putra Dayak Chornelis Tanggapi Serius Aksi Demo Mahasiswa Selasa 12 Mei 2026


Next Post
Rancangan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Pada Empat Kabupaten di Kalteng

Rancangan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Pada Empat Kabupaten di Kalteng

© 2020 Jurnal Borneo

  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jurnal Utama
  • Jurnal Kalteng
    • Jurnal Palangka Raya
    • Jurnal Kapuas
    • Jurnal Katingan
    • Jurnal Gunung Mas
    • Jurnal Kotim
    • Jurnal Kobar
    • Jurnal Seruyan
    • Jurnal Lamandau
    • Jurnal Sukamara
    • Jurnal Barsel
    • Jurnal Bartim
    • Jurnal Barut
    • Jurnal Murung Raya
    • Jurnal Pulang Pisau
  • Jurnal Legislatif
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Kotim
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Jurnal Kalimantan
    • Jurnal Kalsel
    • Jurnal Kalbar
    • Jurnal Kaltim
    • Jurnal Kaltara
  • Jurnal Global
    • Jurnal Ekonomi
    • Jurnal Republik
    • Jurnal Humaniora
    • Etalase
    • Desa Wisata
  • Jurnal Justice
  • Jurnal Sport

Copyright © 2017 JNews.