Gunung Mas-jurnalborneo.co.id
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan seni lokal, PT SKS Listrik Kalimantan melalui program CSR PESONA (Pemberdayaan Seni dan Optimalisasi Nilai Adat) turut berperan aktif dalam mendukung persiapan Mihing Manasa Cultural Festival 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Gunung Mas.
Melalui kelompok binaan Sanggar Kambang Pancar Rungan, perusahaan memberikan dukungan pembinaan budaya sebagai upaya menjaga identitas lokal dan memperkuat kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya Dayak.
Program PESONA dilaksanakan sejak Mei hingga Juni 2026 dengan melibatkan 40 anggota Sanggar Kambang Pancar Rungan yang terdiri dari pemuda dan masyarakat setempat.
Selama masa persiapan, sebanyak 16 sesi pelatihan dan monitoring dilakukan untuk memperkuat kapasitas peserta dalam seni pertunjukan budaya, termasuk latihan karungut, koreografi tarian tradisional, musik daerah, hingga persiapan properti dan kostum.
Dari program ini, berhasil dipersiapkan 6 koreografi tarian, 8 aransemen musik tradisional, 40 set kostum budaya, serta 35 perlengkapan pendukung pertunjukan. Secara keseluruhan, program ini mampu menjangkau lebih dari 3.000 audiens selama pelaksanaan festival dan pertunjukan budaya.
Dampak yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan eksistensi budaya Dayak di tingkat regional, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan komunitas budaya dalam menjaga keberlanjutan warisan lokal. Kegiatan ini didampingi oleh Miranda Puspita Ramadhani Head of CSR.
Dalam ajang Lomba Karungut Putera Tingkat Kecamatan Rungan, salah satu binaan Sanggar Kambang Pancar Rungan berhasil meraih Juara 1 dan terpilih sebagai Perwakilan Putera Pariwisata Wisata untuk tingkat Kabupaten. Prestasi ini menjadi salah satu pencapaian penting yang menunjukkan keberhasilan pembinaan seni budaya melalui program PESONA.
PT SKS Listrik Kalimantan meyakini bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan sosial yang berkelanjutan. Melalui PESONA, perusahaan tidak hanya mendukung pengembangan kapasitas seni masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan partisipasi generasi muda dalam aktivitas kebudayaan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17). Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan budaya Dayak sebagai aset berharga bagi generasi mendatang.(red)
