Muhlis saat membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah mengajak seluruh peserta upacara menundukkan kepala sebagai penghormatan.
“Di hari bersejarah ini kita menundukkan kepala untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para pendahulu, tokoh pendiri, pemimpin terdahulu, tokoh adat, dan para pejuang yang telah berjasa besar meletakkan pondasi Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Mengingat perjalanan 69 tahun Kalteng, Muhlis menyebut usia tersebut adalah perjalanan panjang yang mengajarkan arti perjuangan dan harapan.
“Daerah ini dibangun bukan dengan kemudahan, tetapi dengan Semangat Isen Mulang untuk bertahan dan bangkit dari keterbatasan infrastruktur, tantangan geografis, hingga dinamika perubahan zaman,” katanya.
Ia menegaskan Kalimantan Tengah harus terus membuktikan diri sebagai daerah kuat, namun pembangunan daerah membutuhkan proses melalui tahapan perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan yang matang.
Muhlis mengingatkan filosofi Huma Betang bahwa rumah besar hanya akan kokoh jika seluruh penghuninya saling menjaga budaya, persatuan, lingkungan, dan masa depan generasi berikutnya.
Menutup amanatnya, Sekda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja, berbenah, dan optimis.
“Mari kita terus bekerja, terus berbenah, terus optimis karena setiap orang ada masanya. Dan ketika masa itu tiba, tugas kita adalah meninggalkan warisan yang lebih baik bagi generasi setelah kita,” tutupnya. (Red)
