Wapres Gibran Pastikan Orangutan Terdampak Karhutla Ditangani

3 Min Read
Wapres Gibran Rakabuming didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng (Foto: BPMI Setwapres)

Di tengah kondisi kabut asap yang sempat menyulitkan pendaratan pesawat, Wapres tetap melanjutkan agenda kunjungannya di Kalimantan Tengah. Ia datang bersama dokter hewan dan para pegiat konservasi satwa dari Jakarta untuk melihat secara langsung kondisi orangutan serta kebutuhan penanganannya.

“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” ujar Wapres.

Selama berada di Nyaru Menteng, Wapres meninjau Forest School BOSF yang menjadi lokasi pembinaan 17 orangutan. Ia juga melihat area Karantina Individu Orangutan, termasuk proses nebulisasi atau pemberian uap untuk membantu penanganan satwa yang mengalami gangguan akibat paparan asap.

Untuk mendukung penanganan, Wapres menyerahkan sejumlah bantuan berupa obat-obatan, bawang bombay, dan alat nebulizer yang dibutuhkan dalam proses perawatan satwa.

Menurutnya, pemulihan akibat karhutla tidak cukup hanya dengan menangani satwa yang terdampak. Kondisi habitat juga perlu mendapat perhatian agar orangutan dapat kembali memperoleh lingkungan yang mendukung keberlangsungan hidupnya.

“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” tegasnya.

Wapres juga memberikan apresiasi kepada dokter hewan, relawan, pecinta satwa, yayasan, dan seluruh pihak yang selama ini konsisten melakukan penyelamatan serta perawatan satwa di Kalimantan Tengah.

“Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga menjaga satwa liar dan mempercepat pemulihan ekosistem yang terdampak. (BPMI/Setwapres)

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *