220 Pebulutangkis se Kalteng Unjuk Kemampuan di Kejurprov PBSI 2026

2 Min Read

 

PALANGKA RAYA-jurnalborneo.co.id
Sebanyak 220 pebulutangkis dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah bersaing dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov ) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PBSI) Kalteng 2026.

Ajang bergengsi regional yang digelar di GOR Pratama, Jalan Antang Kalang, Palangka Raya, mulai Jumat (30/10) hingga Minggu (1/11) ini menjadi fondasi penting bagi seleksi atlet menuju kompetisi nasional sekaligus pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi.

​Ketua Umum Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Tengah Sugiyanto menyampaikan, kejuaraan provinsi (kejurprov) tahun ini mempertandingkan 16 kategori. Turnamen ini dirancang secara terukur untuk menyaring bibit potensial yang bakal memegang tiket mewakili Bumi Tambun Bungai di arena nasional.

​”Seluruh kelas yang dipertandingkan di Porprov juga kami pertandingkan di Kejurprov ini sebagai ajang pemanasan. Selain itu, para juara nantinya dipersiapkan membela Kalimantan Tengah dalam Kejurnas PBSI di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada pertengahan Desember 2026 mendatang,” ujar Sugiyanto di Palangka Raya, Jumat (30/10).

​Selain proyeksi Kejurnas, iklim kompetisi Kejurprov 2026 ini dimanfaatkan jajaran pelatih dan pengurus cabang untuk menguji performa fisik serta pematangan taktik atlet. Langkah ini dinilai krusial mengingat agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalteng sudah di ambang mata, yakni diselenggarakan pada November mendatang di Kabupaten Kotawaringin Barat.

​Penyelenggaraan Kejurprov ini mendapat apresiasi langsung dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah. Ketua Harian KONI Kalteng Hasanuddin Noor menegaskan, keberlanjutan turnamen lokal merupakan kunci utama dalam melahirkan atlet berdaya saing tinggi.

 

​”Kami mengapresiasi konsistensi pembinaan yang diinisiasi Pengprov PBSI Kalteng. Salah satu jalan mutlak untuk mengejar prestasi adalah melalui turnamen dan perlombaan yang berkesinambungan,” kata Hasanuddin saat menghadiri acara pembukaan yang turut dihadiri pengurus KONI Kalteng dan jajaran Pengkab/Pengkot PBSI se-Kalteng.

​Hasanuddin juga berpesan agar para atlet muda terus menjaga kondisi kebugaran, memperajam stamina dan teknik bertanding, serta mengimbangi kapasitas fisik dengan ketahanan mental. Lewat skema pembinaan bertahap dan terstruktur ini, cabang olahraga bulu tangkis Kalimantan Tengah diharapkan mampu menembus dominasi atlet nasional di masa mendatang.(red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *