Palangka Raya-jurnalborneo.co.id
DPRD Kota Palangka Raya, mengusulkan keterlibatan kalangan akademisi dalam upaya penanganan kebersihan dan pencemaran lingkungan di daerah setempat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menilai penanganan persoalan lingkungan perlu ditingkatkan dengan pendekatan berbasis riset dan kajian ilmiah.
“Penanganan lingkungan harus naik kelas, dari sekadar teknis menjadi kebijakan yang berbasis riset,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, kompleksitas persoalan lingkungan di Palangka Raya, mulai dari penumpukan sampah, pencemaran sungai dan lahan gambut, hingga penurunan kualitas udara, tidak lagi dapat diselesaikan dengan pendekatan konvensional semata.
Untuk itu, ia mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam proses perumusan hingga evaluasi kebijakan lingkungan.
“Akademisi memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi akar persoalan secara objektif serta merumuskan solusi jangka panjang yang tepat sasaran,” katanya.
Ia menilai, kolaborasi dengan akademisi akan memperkuat dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah, sehingga setiap program memiliki landasan data dan analisis yang jelas.
Hasan mencontohkan, kontribusi akademisi dapat mencakup pemetaan tingkat pencemaran, kajian karakteristik sampah perkotaan, hingga penyusunan model pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan kondisi daerah.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan akademisi tidak hanya sebatas memberikan rekomendasi, tetapi juga berperan dalam tahap implementasi dan evaluasi kebijakan.
“Dengan begitu, program yang dijalankan dapat dievaluasi secara berkala dan disempurnakan berdasarkan temuan ilmiah di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar Pemerintah Kota Palangka Raya menyusun kerja sama yang terstruktur dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian, termasuk dalam penentuan fokus masalah, dukungan anggaran riset, hingga pembentukan tim kolaboratif.
“Langkah ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola lingkungan yang lebih preventif, terukur, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(enewskalteng.com)















