PALANGKA RAYA, Jurnalborneo.co.id – Lonjakan kunjungan wisatawan di destinasi Air Hitam Kereng Bangkirai saat libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah mendapat perhatian DPRD Kota Palangka Raya. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata, namun harus diimbangi dengan pengelolaan dan pengawasan yang optimal.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung menunjukkan besarnya potensi wisata lokal dalam menggerakkan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM di kawasan Kereng Bangkirai.
“Ini tentu menjadi kabar baik. Artinya wisata lokal kita diminati dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat saat libur Lebaran. Dampaknya juga langsung dirasakan pedagang kecil dan pelaku usaha di sekitar lokasi,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Meski demikian, ia menekankan pentingnya aspek keselamatan di tengah padatnya aktivitas wisata air. Arif mengapresiasi kehadiran petugas Basarnas dan Dinas Perhubungan yang melakukan pengawasan di lapangan, namun meminta agar pengawasan tersebut terus ditingkatkan, terutama pada jam-jam puncak kunjungan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai tingginya jumlah pengunjung justru menimbulkan risiko. Pengawasan terhadap kapal hias maupun sepeda air harus benar-benar diperketat,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk terus melakukan pembenahan fasilitas dan manajemen kawasan wisata agar tetap nyaman dan tertib bagi pengunjung.
Menurutnya, penataan yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperkuat citra pariwisata Kota Palangka Raya sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Tengah.
“Ke depan, pengelolaan harus semakin profesional, mulai dari fasilitas, kebersihan, hingga pengaturan arus pengunjung. Ini penting agar wisata tidak hanya ramai saat momen tertentu, tetapi juga berkelanjutan,” tambahnya.
Ia berharap momentum meningkatnya kunjungan wisata ini dapat dimanfaatkan pemerintah untuk terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Red)






