Dinas Kesehatan Barut Tingkatkan Kesiapan Mendukung Pemeriksaan Calhaj

4 Min Read

Muara Teweh, Jurnalborneo.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan dalam mendukung pembinaan dan pemeriksaan calon jemaah haji yang akan berangkat pada 2027.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Pengelola/Tim Kesehatan Haji RSUD dan Puskesmas se-Kabupaten Barito Utara yang digelar selama dua hari, 11–12 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 RSUD Muara Teweh dan diikuti sebanyak 20 peserta yang berasal dari pengelola program kesehatan di RSUD dan Puskesmas.

Ketua panitia kegiatan, H. Basirun, SKM., MM, mengatakan forum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan, RSUD Muara Teweh dan seluruh Puskesmas dalam memberikan pembinaan kesehatan kepada calon jemaah haji.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun sinergi antara Dinas Kesehatan, RSUD dan Puskesmas dalam pembinaan dan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan pengetahuan pengelola atau tim kesehatan haji terkait kebijakan terbaru dalam pelayanan kesehatan haji,” ujar Basirun, Selasa (11/8/2026).

Untuk memperkaya materi, kegiatan tersebut menghadirkan lima narasumber. Mereka berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara serta dokter Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kabupaten Barito Utara.

Basirun menjelaskan, peningkatan kapasitas diperlukan agar seluruh pengelola dan tim kesehatan haji memiliki pemahaman yang selaras mengenai tugas serta pelayanan yang harus diberikan kepada calon jemaah haji.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Simamoraturahman, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Zero Sota Rosadi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam memastikan jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan kondisi kesehatan yang memenuhi persyaratan.

“Pelayanan kesehatan jemaah haji merupakan amanah besar yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kesiapan tim kesehatan menjadi faktor penting dalam menjamin istitha’ah kesehatan jemaah, khususnya dengan semakin banyaknya jemaah lanjut usia dan yang memiliki risiko kesehatan,” ujar Zero Sota Rosadi.

Menurut Zero, kondisi calon jemaah haji perlu mendapat perhatian khusus karena sebagian di antaranya memiliki penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung dan gangguan pernapasan.

Atas kondisi tersebut, koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dinilai perlu terus diperkuat. Dinas Kesehatan, RSUD dan Puskesmas diharapkan dapat menjalankan pembinaan kesehatan secara terpadu sejak tahap persiapan keberangkatan.

“Melalui pertemuan ini diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Dinas Kesehatan, RSUD dan seluruh Puskesmas dalam pembinaan kesehatan jemaah haji. Peningkatan kapasitas ini juga diharapkan memperbarui pengetahuan tim terkait penyakit yang sering dialami jemaah serta meningkatkan kesiapan dalam memberikan pelayanan,” jelasnya.

Zero menambahkan, tugas pelayanan kesehatan haji bukan semata-mata berkaitan dengan penanganan medis. Menurutnya, tugas tersebut juga menjadi bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Mari kita laksanakan tugas ini dengan penuh keikhlasan dan profesionalisme. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan haji di Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Barito Utara berharap kapasitas tim kesehatan semakin kuat dan koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan semakin terintegrasi dalam mempersiapkan calon jemaah haji untuk keberangkatan tahun 2027.(Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *