Catatan Kecil Jurnalborneo.co.id
Murung Raya-jurnalborneo.co, id
Kabar penuh sukacita dan kedamaian membahana dari jantung Kalimantan Tengah, Kota Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya, resmi menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata jemaat. Agenda akbar lima tahunan, Sinode Umum ke-25 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2026, resmi digelar dengan penuh kemegahan dan rasa kekeluargaan yang mendalam.
Mengusung tema “Hiduplah sebagai terang yang membuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran”, momentum ini tidak hanya menjadi wadah persidangan gerejawi, melainkan juga pesta iman yang mempersatukan.

Suasana kemeriahan pembukaan di GOR Tana Malai Tolung Lingu, riuh tepuk tangan, warna-warni pakaian adat, dan senyum peserta.
Kemeriahan begitu terasa sejak hari pertama. Berpusat di GOR Tana Malai Tolung Lingu (TMTL) Puruk Cahu, pembukaan Sinode Umum XXV GKE ini dihadiri oleh lebih dari 1.100 peserta dari berbagai penjuru Kalimantan.

Acara dibuka secara resmi ditandai dengan dentang suara lonceng gereja yang menggema syahdu. Senyum ramah dari Ketua Umum Panitia Pelaksana, Dr. Perdie M. Yoseph, serta sapaan hangat penuh berkat dari Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Pendeta Dr. Simpon F. Leon, menyambut hangat seluruh kontingen yang hadir dengan balutan busana adat Dayak yang elok dipandang mata.
Suasana ramah tamah, meja-meja makanan, panitia yang sibuk melayani makan siang/malam peserta dengan penuh senyum.
Sukacita Sinode Umum tidak hanya berhenti di ruang sidang. Semangat gotong royong dan falsafah Huma Betang benar-benar nyata dalam pelayanan konsumsi.
Panitia lokal menyediakan pelayanan jamuan makan dengan cita rasa khas nusantara dan kuliner lokal yang melimpah.
Dengan penuh kasih dan senyuman tulus, para sukarelawan melayani ribuan peserta tanpa lelah, memastikan setiap hamba Tuhan dan utusan jemaat dapat menikmati hidangan dalam suasana penuh keakraban, laksana sebuah keluarga besar yang sedang melepas rindu.
Stand-stand pameran Expo Sinode Umum, kerajinan tangan, produk lokal, foto bersama di booth menjadi daya tarik bagi para peserta dan masyarakat Murung Raya.
Di sisi lain area sinode, kemeriahan kian lengkap dengan adanya Pameran Expo Sinode Umum XXV GKE.
Berbagai booth kreatif dari perwakilan resort GKE menampilkan produk UMKM unggulan, mulai dari kerajinan khas Dayak, kain tradisional, obat herbal alami, hingga literatur rohani.
Expo ini menjadi daya tarik luar biasa, memperlihatkan bahwa gereja tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga berdampak pada kemandirian ekonomi jemaat.
Suasana persidangan yang tertib, pemaparan visi-misi dari bursa kandidat Ketua Umum
Memasuki agenda inti, atmosfer persidangan berjalan teduh, demokratis, dan penuh hikmat.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pemilihan Majelis Sinode GKE yang baru. Sejumlah nama tokoh pendeta terbaik GKE muncul sebagai kandidat kuat Ketua Umum untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Dinamika bursa kandidat ini disambut positif oleh peserta sidang sebagai refleksi dari regenerasi pelayanan yang adaptif, maju, dan siap menjawab tantangan zaman demi kemajuan umat di tanah Borneo.
Luar biasa sekali aura positif dan sukacita yang terpancar dari Puruk Cahu, Murung Raya. Sinode Umum XXV GKE ini dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 11 Juli 2026.
Kita doakan bersama agar seluruh rangkaian persidangan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa berkat, kedamaian, dan terang.
Wagub Buka Sinode Umum ke-25 GKE
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, secara resmi membuka Sinode Umum ke-25 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2026 Selasa (7/7).
Pembukaan agenda akbar lima tahunan ini ditandai secara simbolis dengan pembunyian lonceng gereja.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang dibacakan oleh Wagub Edy Pratowo, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi historis dan berkelanjutan dari GKE.
Kehadiran GKE dinilai tidak hanya berfokus pada penguatan kehidupan rohani jemaat, tetapi juga nyata dalam mewarnai dunia pendidikan, pelayanan sosial, pembinaan generasi muda, serta merawat harmoni masyarakat.

”Sinode Umum ke-25 GKE Tahun 2026 memiliki arti yang sangat penting. Forum ini merupakan kesempatan emas untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat peran gereja dalam menjawab berbagai tantangan riil di tengah masyarakat,” kata Wagub Edy Pratowo saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng.
Wagub berharap momentum persidangan ini melahirkan program-program pelayanan yang adaptif dan berdampak langsung pada pembangunan daerah.
”Kami berharap GKE dapat terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, terutama dalam mengatasi kemiskinan ekstrem, menurunkan angka stunting, memperluas akses pendidikan, serta melindungi generasi muda dari bahaya narkoba dan penyakit sosial lainnya. GKE harus terus menjadi pelopor dalam memperkuat toleransi dan kerukunan umat beragama berlandaskan Falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat,” tegas Edy Pratowo.(Red/pm2).
