Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, serta Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden. Delegasi Parlemen Inggris dipimpin Barry Strachan Gardiner bersama istri dan enam anggota rombongan. Hadir pula unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, Wali Kota Palangka Raya, serta jajaran Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS) yang dipimpin Jamartin Sihite.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan itu bukan hanya menjadi ajang ramah tamah, tetapi juga memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Inggris.
“Suatu kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan dari Bapak/Ibu anggota Parlemen Inggris. Pertemuan ini lebih dari sekadar ramah tamah, tetapi juga untuk mempererat hubungan persahabatan antarbangsa,” ujar Agustiar.
Ia menegaskan Kalimantan Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu kawasan paru-paru dunia yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen tersebut, katanya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta visi pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Kalimantan Tengah berada di garda terdepan dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari paru-paru dunia. Agenda pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Sementara itu, Penjabat Sekda Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menjelaskan kunjungan tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat hubungan persahabatan dengan mitra internasional, memperkenalkan potensi unggulan daerah, serta membuka peluang kolaborasi pada sektor strategis, khususnya pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
Menurut Linae, Kalimantan Tengah memiliki salah satu ekosistem gambut terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam penyimpanan karbon global sehingga memiliki posisi strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Ia juga mengungkapkan bahwa rombongan Parlemen Inggris telah berada di Kalimantan Tengah sejak 28 Maret 2026 untuk mempelajari lebih jauh kiprah Yayasan BOS dalam konservasi orangutan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Ketua Delegasi Parlemen Inggris, Barry Strachan Gardiner, mengaku terkesan dengan sambutan hangat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan kekayaan budaya yang dimiliki daerah tersebut.
Ia juga menilai Kalimantan Tengah dan Inggris memiliki tantangan yang serupa dalam pengelolaan lahan gambut serta pelestarian lingkungan.
“Kami sangat terkesan dengan kepedulian, perhatian, dan upaya besar yang dilakukan masyarakat bersama Yayasan BOS dalam meregenerasi hutan dan lahan gambut,” ungkap Barry.
Menurutnya, komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Yayasan BOS dalam menyelamatkan orangutan dan memulihkan kawasan hutan merupakan langkah penting yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cenderamata antara Gubernur Kalimantan Tengah dan pimpinan delegasi Parlemen Inggris serta sesi foto bersama sebagai simbol eratnya hubungan persahabatan dan komitmen untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan di masa mendatang. (Red)
