Muara Teweh, Jurnalborneo.co.id-Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mematangkan berbagai persiapan teknis menjelang pelaksanaan Hari Ulang Tahun ke-76 Kabupaten Barito Utara serta ajang tahunan Batara Expo 2026.
Rangkaian perhelatan akbar berskala daerah tersebut dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juni hingga Agustus 2026 mendatang.
Upaya koordinasi komprehensif ini dilakukan demi memastikan seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.
Langkah pemantapan tersebut dibahas secara mendalam melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, di Aula Setda Lantai I pada Senin (8/6/26).
Dalam pertemuan strategis ini, kepala daerah didampingi oleh Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Wakapolres Barito Utara, Asisten II Setda, serta perwakilan Kodim 1013/Muara Teweh.
Sinergitas lintas sektoral ini sengaja dibangun guna menyamakan persepsi dalam menyukseskan kalender kegiatan tahunan tersebut.
Sejumlah agenda besar dipastikan akan menyemarakkan peringatan hari jadi tahun ini, mulai dari pembukaan Festival Iya Mulik Bengkang Turan (IMBT), pameran pembangunan Batara Expo 2026, berbagai perlombaan olahraga, hingga pagelaran seni budaya daerah.
Khusus untuk upacara puncak peringatan HUT ke-76 Barito Utara, lokasi pelaksanaan akan dipusatkan di Arena Tiara Batara Muara Teweh.
Sementara itu, untuk ajang Batara Expo 2026 dijadwalkan bergulir pada 28 Juni hingga 3 Juli 2026 di kawasan eks Bandara Beringin Muara Teweh dengan menghadirkan grup musik nasional Kotak dan penyanyi nasional Irvan Seventeen.
“Kita ingin seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-76 Kabupaten Barito Utara dan Batara Expo 2026 dapat berjalan dengan baik, meriah, namun tetap tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Festival dan expo ini menjadi momentum untuk menampilkan berbagai capaian pembangunan, produk unggulan daerah, UMKM, serta potensi investasi yang dimiliki Kabupaten Barito Utara,” kata H. Shalahuddin saat memimpin rapat.
Selain merancang hiburan rakyat dan pameran hasil pembangunan, forum rapat juga mengevaluasi efektivitas pelaksanaan kegiatan di beberapa titik yang cukup jauh dari pusat kota demi efisiensi anggaran daerah.
Pihak pemerintah daerah memetakan opsi untuk tidak memaksakan kehadiran artis ibu kota di semua lokasi sebagai langkah penghematan.
Sebagai alternatif penyeimbang, muncul wacana dan usulan kuat untuk menggelar kegiatan spiritual berupa Tabligh Akbar sebagai puncak penutupan seluruh rangkaian hari jadi.
“Tabligh Akbar menjadi salah satu opsi yang sangat baik sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan pembangunan daerah, kegiatan ini juga dapat mempererat kebersamaan masyarakat. Namun tentu konsep ini masih akan dibahas dan disepakati bersama seluruh pihak terkait,” ujar Bupati.
“Kita ingin keseimbangan antara hiburan, promosi pembangunan, pelestarian budaya, kegiatan olahraga, dan kegiatan keagamaan. Dengan demikian, peringatan hari jadi daerah benar-benar menjadi milik seluruh masyarakat Barito Utara,” tambah beliau memungkasi arahannya.Tim
