Setengah Hektare Lahan Warga Terbakar, Api Karhutla Ancam Permukiman Komplek Panenga Raya

2 Min Read

 

Palangka Raya-jurnalborneo.co.id
Kobaran api membakar lahan warga hingga luasan sekitar setengah hektare di Jalan Panenga Permai 5 Komplek Panenga Raya Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan SabangauKota Palangka Raya Kalimantan Tengah, Jumat (11/9).

Kebakaran yang terjadi di tengah kondisi lahan kering itu mulai diketahui warga pukul sembilan pagi, dan berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar hampir pukul 12.00.

Lokasi titik api sangat dekat dengan permukiman warga. Bahkan hanya selemparan batu dibelakang sekolah TK Syaeful Islam.

Mirisnya saat kebakaran terjadi, anak-anak sedang mengikuti proses belajar mengajar.

Tak pelak dengan adanya api yang mendadak membakar lahan di dekat sekolah mereka, membuat anak-anak berlari berhamburan keluar ruangan dibantu orangtua dan guru-guru TK tersebut.

Usai menerima laporan warga. Tim Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat diterjunkan ke lokasi titik api.

Tim BPBD dengan dibantu warga Komplek Panenga melakukan penanganan sekitar dua jam untuk menjinakkan api yang membakar lahan kosong tersebut.

Vegetasi berupa semak belukar, pohon galam dan sedikit pohon sawit menjadi bahan bakar yang membuat api mudah merambat menghanguskan lahan dalam waktu dua jam.

Situasi semakin menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan permukiman warga jalan Panenga Permai lima dan Panenga Raya 10 Blok A dan B.

Pantauan jurnalborneo.co.id di lapangan, api yang masih bertahan di bagian tengah lahan membuat petugas harus melanjutkan pemadaman dan pendinginan, sekaligus melakukan pemantauan agar api tidak menyasar ke area sekitar rumah warga.

Upaya pemadaman juga menghadapi kendala serius. Sumber air yang sulit membuat proses penanganan tidak mudah, sementara sebagian lahan yang terbakar cukup luas.

Ketua RTV8 RW 3 Selgi mengatakan
sebagian area telah berhasil dipadamkan, namun api masih aktif di bagian tengah. Kondisi sumber air juga sulit sehingga diperlukan penanganan serta pemantauan lanjutan untuk mencegah api meluas ke area sekitar permukiman.

Petugas melakukan pemadaman pada area yang masih terbakar dan pemantauan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.(imm)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *