PALANGKA RAYA-jurnalborneo.co.id
Petugas Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah saat sedang melakukan penyemprotan air ke aspal mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari para gerombolan balap liar, Sabtu (21/2/2026) Malam.
Penyemprotan air tersebut dilakukan di seputaran bundaran kecil dimana lokasi tersebut kerap digunakan untuk balalan liar, para pelaku balapan liar di mulai dari Jalan Diponegoro terus mutar bundaran.
Kegiatan itu merupakan intruksi dari Gubernur Kalimantan Tengah dan pihak Dinas Kehutanan Provinsi yang ditugaskan untuk melaksanakan penyiraman jalan dan hal tersebut merupakan antisipasi terjadinya balapan liar.
Minggu (22/3/26) malam, Petugas Dinas Kehutanan bernama Valentio mengatakan bahwa mendapatkan perintah untuk melakukan penyiraman dengan tujuan untuk mencegah adanya balap liar.
Saat sedang menyemprot di geber-geber sama gerombolan yang akan melakukan balap liar.
“Ada beberapa motor dan mereka malah geber-geber motor dan mengejek mengepalkan tangan dan spontan di kejar hingga tertangkap,” kata Valentino.
Sementara itu, salah satu rombongan bernama Gabriel menjelaskan bahwa benar kejadian tersebut.
Pada saat di Jalan arah G. Obos terlihat mobil tangki sedang menyemprot di jalan. Kemudian rombongam itu mendahului truk dengan menggeber-geber motor ke arah truk dan mereka akan melakukan balapan di Jalan Dr Murjani.
“Mereka tidak terima karena jalanan basah dan kalau basah tidak bisa untuk balapan liar,” tandasnya.(abi).










