Tim CBSO SMADA Palangka Raya Sabet Gold Medal
DENPASAR-jurnalborneo.co.idUniversitas Warmadewa (Unwar) sukses mengukuhkan posisinya sebagai pusat kolaborasi akademik internasional. Kampus terkemuka di Bali ini resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang bergengsi di bidang sains, teknologi, dan bisnis tingkat dunia, Bali International Science Fair (BISF) 2026.
Perhelatan skala global ini dipusatkan di Auditorium Widya Sabha Gedung Rektorat Unwar Denpasar, yang berlangsung secara maraton pada tanggal 19 hingga 22 Juni 2026.
Ajang bergengsi ini diintegrasikan bersama dua kompetisi internasional lainnya, yakni Indonesia International IoT Olympiad (I3O) dan International Youth Business Competition (IYBC), atas kerja sama erat antara Universitas Warmadewa dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Ratusan Inovator Lintas Negara Unjuk Gigi
Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., secara resmi membuka jalannya kompetisi.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan memiliki kekuatan luar biasa yang melampaui sekat-sekat geopolitik.

“Keberhasilan sejati dalam kompetisi ini tidak diukur sebatas dari kilau medali yang diraih, melainkan dari kedalaman pengetahuan, kekayaan pengalaman, dan luasnya relasi global yang didapatkan,” ungkap Prof. Suranaya Pandit.
Tercatat sebanyak 116 tim dari berbagai negara hadir secara hibrida (luring dan daring) untuk memamerkan karya terbaik mereka di hadapan dewan juri internasional.
Ragam Ranah Science yang Dikompetisikan
Para peneliti muda dunia saling beradu gagasan lewat inovasi mutakhir. Fokus utama kompetisi sains tahun ini menitikberatkan pada pemecahan masalah riil global melalui beberapa ranah ilmiah utama, antara lain:
Life Sciences (Sains Kehidupan/Kesehatan)
Environment (Lingkungan)
Pure Science (Sains Murni)
Physics and Engineering (Fisika dan Rekayasa)
Electronics and IoT (Internet of Things)
Social Science (Sains Sosial).
Tim CBSO SMADA Palangka Raya Raih Gold Medal
Kabar membanggakan datang dari kontingen Indonesia asal Kalimantan Tengah. Tim riset bentukan Central Borneo Scientific Organization (CBSO) dari SMAN 2 (SMADA) Palangka Raya sukses mengharumkan nama bangsa di panggung dunia setelah dewan juri menganugerahkan penghargaan tertinggi Gold Medal (Medali Emas)
Tim CBSO SMADA Palangka Raya yang berlaga di ranah sains bergengsi.
Mereka sukses memikat para juri internasional lewat riset berbasis kearifan lokal yang dikemas secara ilmiah modern.
Vitex Sandoricum Tea. Obat teh herbal untuk meredakan penyakit wasir dari extract kulit Pohon Sentul (Ketapi) dan Pohon Laban(Kalapapa),
Zingio Mipuca, obat herbal pencuci mulut untuk jamur mulut dari extract daun tanaman Putri Malu dan Jahe Merah.
Mereka berhasil mengungguli ratusan kandidat kompetitor tangguh dari negara-negara pesaing.

Presiden IYSA, Deni Irawan, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas capaian seluruh peneliti muda, khususnya atas ketajaman inovasi siswa-siswi daerah dalam merespons perkembangan zaman dan mengoptimalkan potensi lokal menjadi solusi kesehatan maupun lingkungan global.
Guru Pendamping SMAN 2 Helita Palangka Raya menyatakan rasa haru dan bangga yang luar biasa atas kerja keras, dedikasi, serta perjuangan tak kenal lelah dari tim CBSO hingga mampu membawa pulang medali emas ke bumi Tambun Bungai.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pelajar lain di Indonesia untuk terus meneliti dan berinovasi di kancah internasional. (Pm2)
