Fraksi PDIP Soroti Ketergantungan Dana Transfer Pusat pada RAPBD Barito Utara 2027

2 Min Read

Muara Teweh, JURNALBORNEO.co.id-Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara menyoroti masih tingginya ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, H. Suparjan Efendi, saat membacakan pemandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2027 di Gedung Balai Antang, Selasa (29/9/2026).

Suparjan Efendi mengatakan, Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi Bupati Barito Utara beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas penyampaian Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027 sebagai penjabaran dari RKPD 2027 serta Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang telah disepakati bersama DPRD.

Menurutnya, besarnya anggaran daerah tidak akan berarti banyak apabila tidak berujung pada peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Fraksi PDI Perjuangan meminta penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 benar-benar diarahkan pada program yang memiliki hasil jelas dan dapat dirasakan masyarakat, serta menjadi instrumen peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Barito Utara,” ujar Suparjan.

Dalam pandangan fraksi, pemerintah daerah juga diminta memperhatikan kesiapsiagaan menghadapi berbagai bencana yang diprediksi masih terjadi. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan sumber daya manusia, serta upaya menekan angka kemiskinan dan stunting harus menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama Fraksi PDI Perjuangan adalah ketergantungan APBD terhadap pemerintah pusat. Suparjan menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama karena menunjukkan kemandirian fiskal daerah masih perlu dioptimalkan.

“Strategi apa yang akan dilakukan Pemerintah Daerah dalam jangka menengah dan jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer?” tanyanya.

Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah daerah menjelaskan strategi peningkatan kemandirian fiskal secara berkelanjutan sehingga kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat tidak terlalu bergantung pada transfer pemerintah pusat.Tim

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *